Postingan populer dari blog ini
Naskah Incung dari Sungai Tutung Ini Berisi Kisah Nabi Adam
Ruas Pertama Naskah Incung Ini Asan Pulung (TK 125/EAP117/44/1/6) Sumber: British Library Nabi Adam merupakan sosok nabi dan manusia pertama dalam kepercayaan agama Samawi seperti Yahudi, Nasrani, dan Islam. Kisahnya banyak diceritakan di dalam kitab suci baik di dalam al-Kitab maupun di dalam al-Qur'an. Di dalam kitab suci tersebut Adam diceritakan diciptakan dari tanah kemudian ditiupkan ruh sehingga menjadi manusia. Kisah Adam berlanjut dengan hadirnya sosok Hawa sebagai istri Adam, hingga diturunkan ke dunia dari surga akibat melanggar larangan Tuhan. Kisah Adam juga dimuat di dalam kitab-kitab ulama klasik, misalnya di dalam kitab Qishas al-Anbiya karangan Ibnu Katsir dan kitab Tarikh al-Rusul wa al-Muluk karangan at-Thabari. Di Nusantara turunan kisah Adam ditulis dalam naskah-naskah lokal misalnya di dalam Naskah Samud Ibnu Salam dan Naskah Ambiya Pegon. Umumnya, naskah berisi kisah Adam ditulis menggunakan turunan aksara Arab seperti aksara Pegon dan Arab-Melayu (Jawi). Hal...
Sejarah Wilayah Tigo Luhah Tanah Sekudung, Siulak di Kerinci
Penobatan Depati dan Ninek Mamak dalam Luhah Depati Singado Siulak Mukai Tengah Siulak Sebelum Menjadi Tanah Sekudung Menurut legenda, sebelum dikenal sebagai Siulak, wilayah ini bernama Renah Punti Alo ketika dihuni oleh leluhur bernama Sutan Kalimbuk. Setelah itu, ketika kedatangan ninek Mangkudum Semat wilayah ini dinamakan sebagai Rantau Kabun-Kabun. Selanjutnya ketika Pangeran Temenggung Kabul di Bukit pertamakali tiba di Kerinci, Siulak dinamakan sebagai Talang Jauh, karena wilayah yang terletak paling jauh dari pandangannya ketika sampai di Tanjung Kerbau Jatuh. Setelah itu, ketika kedatangan rombongan leluhur yang disebut Temenggung Tigo Saudaro, Siulak dinamakan sebagai Dusun Padang Jambu Alo. Penamaan Sulak terjadi saat berdirinya federasi adat yang dikepalai persekutuan delapan depati yang disebut Salapan Helai Kain. Siulak dan Semurup saat itu berada dalam satu wilayah adat yang disebut sebagai Tanah Kepala Persembah yang dikepalai oleh Depati Retno Intan Kepalo Sembah...
Sekilas Tentang Wilayah Adat Mendapo Limo Dusun (Sungai Penuh), Tanah Pegawai Rajo-Pegawai Jenang
Pemerintahan Adat Wilayah adat ini berada di sepanjang aliran Sungai Bungkal Pandan yang berhulu di atas perbukitan Dusun Pondok Tinggi dan bermuara di Sungai Batang Merao. Di sepanjang Sungai Bungkal Pandan, terdapat permukiman adat yang terdiri dari lima dusun utama yaitu Dusun Pondok Tinggi, Dusun Sungai Penuh, Dusun Baru, Dusun Empih dan Dusun Bernik. Pada masa selanjutnya, kelima dusun ini membentuk persekutuan adat yang dinamakan sebagai Mendapo Limo Dusun. Saat ini, Mendapo Limo Dusun telah berkembang menjadi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pondok Tinggi dan Kecamatan Sungai Bungkal di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Salah satu dusun di Mendapo Limo Dusun (Sungai Penuh) Baca juga: Menelusuri Nenek Moyang Orang Semurup berdasarkan Tembo Incung Secara adat, wilayah sahulu sahiliran Bungkal Pandan ini dipimpin oleh Tujuh orang Depati, Dua Orang Pemangku dibantu seorang Ngebi dan Sepuluh orang Permenti. Hal ini sebagaimana tertuang dalam pepatah adat: ...
Apakah Kerinci Termasuk Wilayah Minangkabau?
Tulisan ini sengaja dimunculkan untuk menjawab pertanyaan dan meluruskan persepsi masyarakat mengenai keberadaan Suku Kerinci. Tulisan ini akan dimulai dari beberapa artikel yang pernah dibaca tentang Suku Kerinci. Dari artikel tersebut dapat dirangkum menjadi beberapa point. 1. Suku Kerinci adalah suku yang mendiami pulau Sumatera dan termasuk penutur Austronesia. Leluhur mereka diduga termasuk dalam gelombang awal penghijrahan yang bermukim di dataran tinggi Jambi 2. Bukti tersebut dapat dilihat dari penyebaran situs-situs arkeologi yang tersebar seluruh wilayah Kerinci. Temuan paling padat ada di sisi selatan Danau Kerinci. Pertanggalan absolut menyimpulkan kawasan itu telah dihuni manusia sekitar 3500 tahun yang lalu dengan ciri membawa budaya Austronesia. 3. Studi paleoekologi menunjukkan bahwa manusia yang menghuni Kerinci telah melakukan pertanian padi dan pengembalaan kerbau sekitar 3500 tahun yang lalu, terutama di sekitar kawasan Danau Bento, kaki Gunung Kerinci. 4. Pada...
Dari manakah Asal Usul Penduduk Dusun Siulak Mukai? Menelusuri Sejarah dan Struktur Pemerintah Adat Masyarakat Siulak Mukai
Jihat Ninek Depati Intan Kemalo Seri, Siulak Mukai (@budayakerinci) Dusun Siulak Mukai Dusun Siulak Mukai adalah perkampungan yang terletak di bagian hulu atau barat laut lembah Kerinci. Dusun ini berada di sisi utara pertemuan Sungai Batang Merao dan Sungai Ayir Mukai. Dilihat dari citra satelit, dusun ini berada di antara dua aliran sungai tersebut, Sungai Batang Merao di sisi Barat dusun dan Sungai Ayir Mukai di sisi Timur. Sekarang ini, Dusun Siulak Mukai telah berkembang menjadi sebuah kecamatan yang bernama Siulak Mukai, Kerinci. Secara adat, dusun Siulak Mukai dihuni oleh kelompok masyarakat adat yang terdiri dari Tigo Luhah, Empat Bungkan dan Enam Kelbu . Kelompok masyarakat yang pertama dinamakan sebagai Luhah Depati Intan. Luhah Depati Intan terbagi pula menjadi dua kelompok yaitu Bungkan Rajo Indah/Jindah dan Bungkan Rajo Pangulu. Dua bungkan terbagi lagi menjadi empat kelebu yaitu Kelebu Anak Jantan, Kelebu Anak Batino Tuo, Kelebu Anak Batino Dalam dan Kelebu Ko...
Traditional Architecture of Kerinci Ethnic
Arsitektur tradisional Kerinci Rumah Kerinci Klasik Rumah Tradisional Kerinci biasanya dibuat berjejer sehingga membentuk barisan yang rapi,dalam bahasa Kerinci disebut Larik atau Lahik.Ciri Khas Rumah Tradisional Kerinci adalah atap yang terbuat dari potongan kayu tipis persegi panjang atau terbuat dari Belahan Buluh ( Bambu) yang disusun sedemikian rupa. hal ini masih dijumpai pada tahun 1920 an. setelah pendudukan Belanda Atap Kayu kemudian ditukar dengan atap yang terbuat dari seng. Ciri Khas lain terdapat pada jendela (Singap/ Singem / Singop dan lain sebagainya), jendela rumah biasanya dibuat memanjang yang terletak diantara dua tiang rumah bagian depan. Satu Larik biasanya di huni oleh sebuah keluarga yang masih berkerabat dekat(satu leluhur) biasanya disebt dengan Kelebu. di wilayah Kerinci hulu dan tengah, setiap rumah dalam larik biasanya dibangun saling menempel, bahkan ada pintu bagian dalam rumah yang menghubungkan rumah satu dengan rumah lainnya. Pntu tersebut di...
Menengok Barang-Barang dari Kerinci yang Menjadi Koleksi Museum Nasional di Jakarta
Beberapa benda dari Kerinci yang menjadi koleksi Museum Nasional Jakarta. Dok. boedayakerinci.blogspot.com Jikalau sanak sudaro pernah berkunjung ke Monas (Monumen Nasional) di Jakarta, jangan lupa untuk berkunjung juga ke Museum Nasional atau yang dikenal pula sebagai Museum Gajah. Sekalian melihat-lihat koleksi museum tersebut yang di antaranya juga berasal dari Kerinci. Museum Nasional posisinya di jalan Merdeka Barat no.12. Tepatnya, berada di jalan sisi kiri Monas bila masuk dari gerbang utama dan dekat dengan halte bis transjakarta yang ada di jalan tersebut. Museum ini menyimpan ribuan koleksi dari seluruh Indonesia, baik berupa barang-barang etnik/etnografi maupun barang-barang arkeologis. Di antara benda koleksi Museum Nasional berasal dari wilayah Kerinci, Jambi dan bahkan benda menjadi salah satu koleksi masterpiece, loh. Untuk itu, tulisan kali ini akan mengulas lebih jauh mengenai benda-benda koleksi Museum Nasional tersebut. Baca juga: Kain Orang Kerinci Diimp...
Asal Usul Penduduk Dusun Siulak Gedang, Ibu Negeri Wilayah Adat Tanah Sekudung
Jihat Depati Rajo Simpan Bumi, Padang Jambu Alo, Siulak Gedang (Sumber: Zarmoni) Dusun Siulak Gedang Dusun Siulak Gedang adalah perkampungan yang terletak di sebelah hulu lembah Kerinci, tepatnya di sisi barat aliran Sungai Batang Merao yang membelah lembah. Dusun ini berada di sebelah utara muara sungai yaitu pertemuan antara Sungai Ayir Lingkat atau Sungai Nyuruk dengan Batang Merao. Saat ini Dusun Siulak Gedang terbagi menjadi enam desa yaitu Desa Siulak Gedang, Desa Pasar Siulak Gedang, Desa Telago Biru, Dusun Dalam, Bandar Sedap dan Koto Tengah. Desa-desa ini berada di dalam kecamatan Siulak, Kerinci. Secara adat Dusun Siulak Gedang terdiri dari kelompok masyarakat adat yang tersusun atas tigo luhah dan perbakalo bungkan yang empat. Tigo Luhah tersebut adalah Luhah Temenggung, Luhah Sirajo dan Luhah Jagung. Luhah Temenggung terbagi dalam dua bungkan yaitu Bungkan Temenggung Belah Mudik yang terdiri dari satu kelebu yaitu Kelbu Gedang atau Kelbu Temenggung...
Mengenal Adat Kerinci Bagian (1): Susun Tindih Tigo Luhah Tanah Sekudung
Mano yang dikatokan Tigo Luhah Tanah Sekudung, Adat Dewek Paseko mencin, Anjung lain tepian Dewek: Hilir sehinggo Aro Tebing Tinggi Mudik Tersekut Ka Gunung Berapi di tunggu Depati yang Batigo Urang, Pemangku yan Berenam, Ninik Mamak Permenti yang Salapan. Mano yang dikatokan Depati yang tigo Urang? Suatu, Depati Intan di Siulak Mukai Duo, Depati Mangkubumi di Siulak Panjang Tigo, Rajo Simpan Bumi di Siulak Gedang Mano yang dikatakan Depati Intan Berempat Urang? Pertamo, Depati Intan Tengah Padang Tuo Kaduo, Depati Intan Panggar Bumi Jati Katigo, Depati Intan Maro Masumei Kaampat, Depati Intan Kumbalo Bumi Permentinyo Batigo Urang: So, Rajo Indah, Duo, Rajo Liko, Tigo, Rajo Penghulu Apo Kagedeng (kebesaran) dio? Anak Tuo Cucung Tuo, Parak rajo kabayeng rajo, jauh rajo akan genti rajo, Dio memegang pancung sulo dendo sakti, tebu panjang keladi berisi, puyuh panjang ranto, ketitir panjang dengung, urang yuk urang timpang urang Jibut...
Komentar