Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pulau Sangkar

Surat Sultan Inderapura Tahun 1831, Buktikan Pulau Sangkar Bukan Ujung Tanah Pagaruyung!

Gambar
  (Gambar 1) Salinan Surat Sultan Inderapura yang dimuat di dalam buku van Aken Polemik status wilayah adat Depati Rencong Telang di Pulau Sangkar sebagai ujung Tanah Pagaruyung belum juga usai. Baru-baru ini pula sebuah lembaga independen mengadakan temu muka dengan Depati Empat sebagai "kembar rekan", teman sejawat Depati Rencong Telang dalam kelembagaan adat di Kerinci. Intinya mereka juga menolak istilah yang demikian. Namun, saat ini belum ada tindak lanjut dari hasil temu muka tersebut. Akan tetapi masalah krusial yang sebenarnya terjadi di Kerinci adalah narasi sejarah yang dipercayai oleh orang Kerinci bersumber pada narasi yang tidak kredibel. Mereka mengacu pada "tafsiran" orang yang tidak memahami metodologi sejarah. Bahkan dari sumber-sumber yang abu-abu sekalipun. Mohon maaf, beberapa buku sejarah yang ditulis dibuat oleh ahli ekonomi! Bukan dari mereka yang berkecimpung dalam rumpun kajian kebudayaan entah itu sejarah, filologi, antropologi maupun arke...

Pembangunan Rumah Gonjong Minangkabau di Kerinci: Potret Gagal Paham dan Hilangnya Identitas Budaya Orang Kerinci

Gambar
Potret rumah bergonjong Minangkabau yang sedang dibangun di Pulau Sangkar (Sumber: Forum Masyarakat Peduli Kerinci Grup FB) Beberapa hari yang lalu, admin menulis bahwa Pulau Sangkar bukanlah bagian dari wilayah Kerajaan Minangkabau. Akan tetapi, Pulau Sangkar memiliki sistem pemerintahan lokal tersendiri yang keberadaannya diakui oleh Minangkabau dan Jambi.  Baca Juga: Benarkah Pulau Sangkar sebagai Ujung Kerajaan Pagaruyung? Meskipun demikian, amatlah mustahil untuk mengatakan bahwa orang Kerinci tidak pernah melakukan hubungan politik dan diplomatik dengan dua Kerajaan tersebut di masa lalu. Sebagaimana yang diungkapkan pada artikel yang lalu, bahwa orang Kerinci membutuhkan raja dalam konteks tertentu. Dan raja besar juga membutuhkan banyak penguasa yang mau membaiat dirinya dan mengakui kedudukannya. Namun perlu digarisbawahi bahwa hubungan antara Orang Kerinci dengan Jambi dan Minangkabau adalah hubungan POLITIK TERBATAS dan ini terjadi dalam proses SEJARAH masa lalu.  T...

Benarkah Pulau Sangkar sebagai Ujung Kerajaan Pagaruyung?

Gambar
  Ilustrasi (Sumber:bakaba.net) Akhir-akhir ini,wilayah adat Depati Rencong Telang Pulau Sangkar sedang berpolemik, akibat adanya anggapan bahwa wilayah adat Depati Rencong Telang sebagai bagian dari wilayah Kerajaan Pagaruyung. Hal ini diperkuat dengan dibuatnya sebuah slogan baru yang berbunyi "Pulau Sangkar, Ujung Tanah Kerajaan Pagaruyung". Namun apakah benar status Pulau Sangkar berada di bawah kekuasaan Pagaruyung? tentu hal ini perlu ditelisik secara mendalam melalui sudut pandang sejarah masa lalu disertai dengan bukti-bukti sejarah yang valid. Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang Pulau Sangkar dan Pagaruyung, ada baiknya dulu kita pahami betul bagaimana sistem negara/kerajaan dan pemerintahan orang-orang "Melayu" di masa lalu. Apakah sama dengan sistem kerajaan yang berlaku di Jawa dan di Eropa atau tidak? Sebenarnya sistem kerajaan orang-orang Melayu telah dibahas banyak oleh Sejarawan Eropa. Locher-Scholten di dalam bukunya Kesultanan Sumatra dan Neg...