Postingan

Menampilkan postingan dengan label Arkeologi

Arca Terbesar di Indonesia itu Ternyata Bukan Bhairawa tetapi Arca Mahakala

Gambar
Arca Bhairawa (Mahakala) saat diekskavasi di Padang Roco, Hulu Batanghari Menyambung diskusi yang lalu-lalu mengenai Ādityawarman, ada satu berhala yang ditafsirkan sebagai wujud atau representasi Ādityawarman. Berhala terbesar di Indonesia ini menjulang setinggi 4,41 meter, ditemukan pada tahun 1906 di Padang Roco, Hulu Batanghari (Dharmasraya kini). Sosoknya pria gepuk-tinggi berdiri lurus di atas mayat yang bertekuk. Gigi taringnya mencuat di sela bibir, matanya melotot, tangan kirinya memegang mangkuk tengkorak, sementara tangan kanannya memegang pisau belati. Begitulah gambaran keseraman dan kengerian yang ditampilkan oleh arca/berhala yang dikenal luas sebagai arca Bhairawa. Namun benarkah arca ini berhala Bhairawa? Dan benarkah ia wujud Ādityawarman? Baca: Ādityawarman, Legitimasi Kekuasaan, dan Misteri Tentangnya Tetapi sesungguhnya, wujud berhala ini masih diperdebatkan oleh peneliti. Tidak semua menyepakatinya sebagai Bhairawa. Sebut saja Pleyte (1907), ia-lah yang pertama ka...

Dua Tinggalan Arkeologi ini Resmi Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Kabupaten Kerinci

Gambar
Benda Cagar Budaya Kabupaten Kerinci Kerinci adalah wilayah di Dataran Tinggi Jambi yang memiliki banyak tinggalan purbakala. Misalnya saja, situs-situs megalitik yang tersebar di sekitar Danau Kerinci, masjid-masjid kuno berarsitektur Kerinci, dan ratusan manuskrip kuno. Sebagai bagian dari tinggalan kebudayaan yang dilindungi oleh pemerintah, sebagian besar situs tersebut sudah dijadikan sebagai cagar budaya berdasarkan UU no. 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya seperti masjid Keramat Pulau Tengah, Masjid Agung Pondok Tinggi, dan situs Batu Rajo, situs Batu Patah, situs Pondok, dan situs Pulau Sangkar. Namun demikian, masih banyak lagi tinggalan budaya bendawi yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Terbitnya regulasi baru tentang cagar budaya yakni UU nomor 11 tahun 2010, memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan cagar budaya di daerahnya masing-masing. Penetapan ini berdasarkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang telah di sk-kan oleh kep...

Padi dalam Kehidupan Orang Kerinci: Sejarah, Mitos, Ritual, dan Nilai Budaya

Gambar
Ilustrasi menuai padi Buku ini membahas tentang kehidupan orang Kerinci terkait dengan pertanian padi. Nenek moyang orang Kerinci telah mengenal padi sejak awal mula penghijrahan mereka sekitar 3500 tahun yang lalu. Padi sebagai tanaman pangan diketahui pula juga sebagai tanaman ritual. Temuan arkeologi menunjukkan adanya serbuk sari padi-padian dalam situs tempayan kubur di Kerinci. Pada abad ke-14, pencurian padi dikenakan denda yang cukup banyak yaitu setahil sepaha emas atau sekitar 38 juta rupiah menurut hitungan sekarang. Di masa Kesultanan,Jambi juga menetapkan pajak beras bagi penguasa yang mengakui kekuasaan mereka yakni sekitar 100 gantang beras tiap tahun. Setelah masuknya Belanda, mereka meningkatkan produksi padi dengan memperluas lahan persawahan di Lembah Kerinci. Baca juga:  Padi Sebesar Buah Kelapa: Mitos, Legenda atau Fakta? Sebagai tanaman suci, padi sangat lekat dengan mitos dan berbagai ritual yang dilakukan terhadapnya. Ada berbagai ritual yang dilakukan oleh ...

Naskah Incung dari Sungai Tutung Ini Berisi Kisah Nabi Adam

Gambar
Ruas Pertama Naskah Incung Ini Asan Pulung (TK 125/EAP117/44/1/6) Sumber: British Library Nabi Adam merupakan sosok nabi dan manusia pertama dalam kepercayaan agama Samawi seperti Yahudi, Nasrani, dan Islam. Kisahnya banyak diceritakan di dalam kitab suci baik di dalam al-Kitab maupun di dalam al-Qur'an. Di dalam kitab suci tersebut Adam diceritakan diciptakan dari tanah kemudian ditiupkan ruh sehingga menjadi manusia. Kisah Adam berlanjut dengan hadirnya sosok Hawa sebagai istri Adam, hingga diturunkan ke dunia dari surga akibat melanggar larangan Tuhan. Kisah Adam juga dimuat di dalam kitab-kitab ulama klasik, misalnya di dalam kitab Qishas al-Anbiya karangan Ibnu Katsir dan kitab Tarikh al-Rusul wa al-Muluk karangan at-Thabari. Di Nusantara turunan kisah Adam ditulis dalam naskah-naskah lokal misalnya di dalam Naskah Samud Ibnu Salam dan Naskah Ambiya Pegon. Umumnya, naskah berisi kisah Adam ditulis menggunakan turunan aksara Arab seperti aksara Pegon dan Arab-Melayu (Jawi). Hal...

Komik Arkeologi dan Budaya Kerinci, Bacaan Untuk Tingkat SD

Gambar
Kerinci, merupakan wilayah yang kaya akan tinggalan arkeologi. Namun sayangnya, tinggalan tersebut masih banyak yang belum diketahui oleh para generasi muda. Komik ini menyajikan bacaan untuk anak-anak terkait  tinggalan arkeologi di Kerinci seperti tinggalan megalitik dan naskah-naskah kuno. Komik ini diterbitkan oleh Balai Arkeologi Sumatra bagian Selatan pada Tahun 2018. Baca selengkapnya di sini! Cover komik arkeologi Kerinci

Keramik Cina Tertua yang Ditemukan di Indonesia Berasal dari Kerinci

Gambar
(Keramik Dinasti Han dari Kerinci) Keramik berasal dari bahasa Inggris yaitu ceramic . Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yaitu ceramos . Artinya, barang pecah belah atau tanah liat yang dibakar. Saat ini, keramik masih terus digunakan manusia untuk berbagai keperluan. Mulai untuk bahan bangunan bahkan alat-alat elektronik dan medis juga menggunakan komponen keramik. Akan tetapi, keramik memiliki sejarah yang sangat panjang. Keramik telah dibuat oleh manusia bahkan sejak masa prasejarah, jauh sebelum mereka mengenal tulisan. Keramik-keramik kuno atau yang dibuat pada masa lampau merupakan benda sekaligus data arkeologi yang sangat penting. Melalui keramik arkeolog bisa berbicara banyak hal, bahkan mengenai interaksi antar benua dan antar bangsa di masa lampau. "Keramik merupakan data sejarah Indonesia kuno sekaligus barang seni yang bermutu", ucap Ekowati Sundari, arkeolog ahli keramik yang kini bekerja di Museum Nasional dalam sebuah acara pelatihan online. Ekowati men...

Tradisi Megalitik Berlanjut dalam Masyarakat Kerinci

Gambar
Bekas darah hewan kurban pada Mijan Nineik Demong Dusun Koto Rendah Siulak (boedayakerinci.blogspot.com) Megalitik berasal dari dua kata yakni mega yang artinya besar dan kata litik atau lithic yang bermakna batu . Jadi secara harfiah megalitik diartikan sebagai batu besar. Di dalam ilmu arkeologi, megalitik dijadikan sebagai penanda periode sejarah kebudayaan manusia sekaligus sebagai ciri kebudayaan yang berkembang saat itu.  Kebudayaan megalitik ditandai dengan manusia telah mampu menggunakan dan memodifikasi batu-batu berukuran besar untuk keperluan tertentu. Seperti membangun rumah, tugu ritual, penanda batas,meja sesajian, penanda kuburan dan lain sebagainya. Awal mula zaman megalitik tidaklah sama di setiap wilayah di dunia. Di Indonesia, kebudayaan megalitik mungkin di mulai pada abad terakhir Sebelum Masehi. Sezaman dengan masa perunggu-besi. Karena alat besi menjadi salah satu peralatan yang dibutuhkan untuk mengubah atau memodifikasi batu-batu alam. Di Jambi, batu sil...

Padi Sebesar Buah Kelapa: Mitos, Legenda atau Fakta?

Gambar
Benarkah padi zaman dulu Sebesar kelapa? (ilustrasi) Cerita-Cerita di Nusantara Dulu sekali, nenek dan kakek saya pernah bercerita tentang asal usul padi. Konon buah padi yang ada sekarang tidaklah sama bentuknya dengan padi di zaman nenek moyang. Dulu, bulir padi sebesar buah kelapa. Kulitnya seperti sebuah cangkang yang mirip dengan tempurung kelapa. Apabila cangkang padi itu dibuka maka keluarlah butiran beras dari dalamnya. "nenek moyang kita tak perlu kerja keras untuk menanak nasi, tinggal membuka cangkang padi keluarlah beras yang langsung bisa dimasak menjadi nasi", ujar beliau.  Namun para leluhur tidak bersyukur dengan keadaan demikian, mereka tetap mengeluh  karena harus membuka cangkang padi seperti membuka tempurung kelapa tiap harinya. Keluhan mereka langsung dijawab Tuhan dengan mengubah wujud padi seperti  yang sekarang. Bulirnya kemudian mengecil dan mereka pun memerlukan waktu  yang lebih panjang untuk memprosesnya menjadi nasi, mulai dari menjemu...

Menengok Barang-Barang dari Kerinci yang Menjadi Koleksi Museum Nasional di Jakarta

Gambar
Beberapa benda dari Kerinci yang menjadi koleksi Museum Nasional Jakarta. Dok. boedayakerinci.blogspot.com Jikalau sanak sudaro pernah berkunjung ke Monas (Monumen Nasional) di Jakarta, jangan lupa untuk berkunjung juga ke Museum Nasional atau yang dikenal pula sebagai Museum Gajah. Sekalian melihat-lihat koleksi museum tersebut yang di antaranya juga berasal dari Kerinci. Museum Nasional posisinya di jalan Merdeka Barat no.12. Tepatnya, berada di jalan  sisi kiri Monas bila masuk dari gerbang utama dan dekat dengan halte bis transjakarta yang ada di jalan tersebut. Museum ini menyimpan ribuan koleksi dari seluruh Indonesia, baik berupa barang-barang etnik/etnografi maupun barang-barang arkeologis. Di antara benda koleksi Museum Nasional berasal dari wilayah Kerinci, Jambi dan bahkan benda menjadi salah satu koleksi masterpiece, loh. Untuk itu, tulisan kali ini akan mengulas lebih jauh mengenai benda-benda koleksi Museum Nasional tersebut. Baca juga:  Kain Orang Kerinci Diimp...