Pemerintahan Adat Wilayah adat ini berada di sepanjang aliran Sungai Bungkal Pandan yang berhulu di atas perbukitan Dusun Pondok Tinggi dan bermuara di Sungai Batang Merao. Di sepanjang Sungai Bungkal Pandan, terdapat permukiman adat yang terdiri dari lima dusun utama yaitu Dusun Pondok Tinggi, Dusun Sungai Penuh, Dusun Baru, Dusun Empih dan Dusun Bernik. Pada masa selanjutnya, kelima dusun ini membentuk persekutuan adat yang dinamakan sebagai Mendapo Limo Dusun. Saat ini, Mendapo Limo Dusun telah berkembang menjadi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pondok Tinggi dan Kecamatan Sungai Bungkal di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Salah satu dusun di Mendapo Limo Dusun (Sungai Penuh) Baca juga: Menelusuri Nenek Moyang Orang Semurup berdasarkan Tembo Incung Secara adat, wilayah sahulu sahiliran Bungkal Pandan ini dipimpin oleh Tujuh orang Depati, Dua Orang Pemangku dibantu seorang Ngebi dan Sepuluh orang Permenti. Hal ini sebagaimana tertuang dalam pepatah adat: ...
(Keramik Dinasti Han dari Kerinci) Keramik berasal dari bahasa Inggris yaitu ceramic . Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yaitu ceramos . Artinya, barang pecah belah atau tanah liat yang dibakar. Saat ini, keramik masih terus digunakan manusia untuk berbagai keperluan. Mulai untuk bahan bangunan bahkan alat-alat elektronik dan medis juga menggunakan komponen keramik. Akan tetapi, keramik memiliki sejarah yang sangat panjang. Keramik telah dibuat oleh manusia bahkan sejak masa prasejarah, jauh sebelum mereka mengenal tulisan. Keramik-keramik kuno atau yang dibuat pada masa lampau merupakan benda sekaligus data arkeologi yang sangat penting. Melalui keramik arkeolog bisa berbicara banyak hal, bahkan mengenai interaksi antar benua dan antar bangsa di masa lampau. "Keramik merupakan data sejarah Indonesia kuno sekaligus barang seni yang bermutu", ucap Ekowati Sundari, arkeolog ahli keramik yang kini bekerja di Museum Nasional dalam sebuah acara pelatihan online. Ekowati men...
Bahasa Kerinci (Dialek Hilir) Dalak dusak, ado uha ngan sangak lah miskan tingga dalak umah ngan samo nia dingan bentuk bbaho. Idak nyu sangak biaso, kalu ado nyu dimaka samu-samu. Kalu nyado nyu ditanggoa samu-samu. Barapo ahi inih, bapoknyu balek tenguh mala’ terauh karnu masuk imbo kalua imbo nalok manya. Batu Patah di Daerah Muak, Kerinci Lah takumpo galu-galu manya, mule lah bapoknyu ngehat manya ituh. Ado ngan nek patoh, ado ngan gde, ado ngan panja’, meca lah bentuk. Mulelah bapoknyu ngarangki manya ngan sudeh dikehak ituh jadi lukah. Sengajo nia bapoknyu ngumpo ke manya untuk mna lukah mboh nyu bise nangkak laok dkek aye. Kiru incak lukoh ngan pertamo bapoknyu nyubu muat ituh. Idek ugo bapoknyu ntai muat, terauh-terauh bae bapoknyu nyubu. Ketu ngaat ku bbalek manya-manya ituh, tadengelah suaru anuknyu ngan paling tuo ituh agi betale. Nyu ngasih ku adik nyu tido. “Tido, tido lah kaau A dik, B apok muat lukoh incak” “Tido, tido lah kaau A dik, B apok muat lukoh incak” “Oo A dik ...
Arsitektur tradisional Kerinci Rumah Kerinci Klasik Rumah Tradisional Kerinci biasanya dibuat berjejer sehingga membentuk barisan yang rapi,dalam bahasa Kerinci disebut Larik atau Lahik.Ciri Khas Rumah Tradisional Kerinci adalah atap yang terbuat dari potongan kayu tipis persegi panjang atau terbuat dari Belahan Buluh ( Bambu) yang disusun sedemikian rupa. hal ini masih dijumpai pada tahun 1920 an. setelah pendudukan Belanda Atap Kayu kemudian ditukar dengan atap yang terbuat dari seng. Ciri Khas lain terdapat pada jendela (Singap/ Singem / Singop dan lain sebagainya), jendela rumah biasanya dibuat memanjang yang terletak diantara dua tiang rumah bagian depan. Satu Larik biasanya di huni oleh sebuah keluarga yang masih berkerabat dekat(satu leluhur) biasanya disebt dengan Kelebu. di wilayah Kerinci hulu dan tengah, setiap rumah dalam larik biasanya dibangun saling menempel, bahkan ada pintu bagian dalam rumah yang menghubungkan rumah satu dengan rumah lainnya. Pntu tersebut di...
Oleh Hafiful Hadi S Bahwa dalam Artikel "Membongkar Adat Lama Pusaka Usang-58" (Sumber : http://auliatasman.unja.ac.id/web/index.php/artikel/35-tasman-a#addcomments ), Penulis Artikel tersebut menyajikan terjemahan dari Naskah Incung pada Tanduk Kerbau dari Luhah Datuk Singarapi Putih Sungai Penuh . Naskah ini telah diteliti oleh (1) L.C. Westenenk (1922) (2). Dr. P. Voorhoeve (1941); (3). Prof. Mohd. Yamin, SH (1953); dan (4). C.W Watson (1969-1970). Naskah ini ditulis di atas dua potong tanduk kerbau, menggunakan Tulisan Rencong Kerinci Kuno, bahasa yang dipakai adalah Melayu Kerinci. Berikut Bunyi Terjemahan Naskah Tanduk tersebut yang ditulis oleh penulis Artikel "Membongkar Adat Lama Pusaka Usang- 58" : NASKAH I (Tulisan Incong Kerinci) : 1. Assalamualaikum ya Tuanku. Beri selamat anak cucu Tuan mengatur tutur. 2. tambo nenek moyang Datuk takkala ...
Wilayah Kerinci kaya akan tinggalan naskah-naskah kuno. Salah satunya adalah naskah tanduk beraksara Incung. Sebagian peneliti menyebutkan tulisan di atas tanduk ini masuk dalam kategori naskah seperti yang digunakan oleh L.C. Westenenk dan Voorhoeve. Peneliti lain mengkategorikan sebagai prasasti karena ditulis di atas media yang keras seperti yang diungkapkan oleh Wahyu R. Andhifani ahli epigrafi dari Balai Arkeologi Sumatra Selatan. Prasasti Tanduk Depati Sungai Lago dari Mendapo Rawang Baca juga: Aksara Surat Incung, Riwayat dan Problematikanya Di antara prasasti tanduk beraksara Incung yang ditemukan di Kerinci adalah pusaka yang disimpan oleh Depati Sungai Lago Tuo dusun Koto Beringin, Mendapo Rawang. Sebelumnya, empat prasasti tanduk ini telah dialihaksarakan terlebih dahulu oleh Voorhoeve di tahun 1941. Namun karena masih terdapat kekurangan dan sulit dipahami oleh pembaca awam. Prasasti ini kembali dibaca oleh Sunliensyar pada tahun 2020. Berbeda dengan Voorhoeve, penelit...
Pak Awal dan Masyarakat Kerinci Latar Belakang Keluarga Beliau terlahir dengan nama Awaluddin sekitar tahun 1937 di Dusun Baru Siulak. Ayahnya bernama Mat Tilik yang setelah berhaji mengganti nama menjadi Haji Umar. Sang ayah berasal dari Luhah Demong-Rio Bayan Dusun Baru Siulak. Sedangkan ibunya bernama Gedung Perak, berasal dari Luhah Depati Intan Dusun Siulak Mukai. Baca juga: Dari manakah Asal Usul Penduduk Dusun Siulak Mukai? Menelusuri Sejarah dan Struktur Pemerintah Adat Masyarakat Siulak Mukai Tak seperti namanya, Awaludin bukanlah anak pertama melainkan anak paling bungsu. Beliau memiliki 5 orang saudara, dua perempuan dan tiga laki-laki. Kakak laki-lakinya bernama Saidi Rajo, Sabri Umar dan Zainal Abidin. Sedangkan kakak perempuannya bernama Kunci Iman dan Hadiah. Ayah Awaludin, Haji Umar, adalah kalangan aristokrat semasa pemerintahan Hindia-Belanda. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Mendapo Semurup sekitar tahun 1930-an. Jabatan pegawai untuk golongan ...
Jihat Ninek Depati Intan Kemalo Seri, Siulak Mukai (@budayakerinci) Dusun Siulak Mukai Dusun Siulak Mukai adalah perkampungan yang terletak di bagian hulu atau barat laut lembah Kerinci. Dusun ini berada di sisi utara pertemuan Sungai Batang Merao dan Sungai Ayir Mukai. Dilihat dari citra satelit, dusun ini berada di antara dua aliran sungai tersebut, Sungai Batang Merao di sisi Barat dusun dan Sungai Ayir Mukai di sisi Timur. Sekarang ini, Dusun Siulak Mukai telah berkembang menjadi sebuah kecamatan yang bernama Siulak Mukai, Kerinci. Secara adat, dusun Siulak Mukai dihuni oleh kelompok masyarakat adat yang terdiri dari Tigo Luhah, Empat Bungkan dan Enam Kelbu . Kelompok masyarakat yang pertama dinamakan sebagai Luhah Depati Intan. Luhah Depati Intan terbagi pula menjadi dua kelompok yaitu Bungkan Rajo Indah/Jindah dan Bungkan Rajo Pangulu. Dua bungkan terbagi lagi menjadi empat kelebu yaitu Kelebu Anak Jantan, Kelebu Anak Batino Tuo, Kelebu Anak Batino Dalam dan Kelebu Ko...
Ilustrasi (Sumber:bakaba.net) Akhir-akhir ini,wilayah adat Depati Rencong Telang Pulau Sangkar sedang berpolemik, akibat adanya anggapan bahwa wilayah adat Depati Rencong Telang sebagai bagian dari wilayah Kerajaan Pagaruyung. Hal ini diperkuat dengan dibuatnya sebuah slogan baru yang berbunyi "Pulau Sangkar, Ujung Tanah Kerajaan Pagaruyung". Namun apakah benar status Pulau Sangkar berada di bawah kekuasaan Pagaruyung? tentu hal ini perlu ditelisik secara mendalam melalui sudut pandang sejarah masa lalu disertai dengan bukti-bukti sejarah yang valid. Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang Pulau Sangkar dan Pagaruyung, ada baiknya dulu kita pahami betul bagaimana sistem negara/kerajaan dan pemerintahan orang-orang "Melayu" di masa lalu. Apakah sama dengan sistem kerajaan yang berlaku di Jawa dan di Eropa atau tidak? Sebenarnya sistem kerajaan orang-orang Melayu telah dibahas banyak oleh Sejarawan Eropa. Locher-Scholten di dalam bukunya Kesultanan Sumatra dan Neg...
Komentar