Postingan

Menampilkan postingan dengan label Incung

Pantun di dalam Naskah Kuno Surat Incung

Gambar
Apa itu Pantun? Pantun merupakan karya sastra atau puisi lama dalam budaya Melayu. Pantun dicirikan ditulis dalam empat baris, tiap baris terdiri dari 8 hingga 12 suku kata, dan bersajak atau berima a-b-a-b. Misalnya pada pantun berikut: Kalau ada sumur di ladang Boleh kita menumpang mandi Kalau ada umur yang panjang  Boleh kita bertemu lagi Pantun di atas memiliki pola rima yang sama pada akhir kalimat baris satu dan tiga yakni “ng.” Demikian juga pada akhir kalimat baris dua dan empat memiliki rima yang sama yakni “i.” Berdasarkan jumlah barisnya, pantun terbagi menjadi karmina, pantun biasa dan talibun. Pantun karmina hanya terdiri dari dua baris. Pantun biasa terdiri dari empat baris. Sementara itu, talibun merupakan pantun dengan jumlah baris lebih dari empat tetapi jumlahnya genap. Ditinjau dari isinya, pantun juga terbagi menjadi pantun adat, pantun nasehat, pantun jenaka, pantun teka-teki, dan pantun percintaan.  Pantun umumnya tertuang di dalam berbagai kesenian, ritu...

[Video] Surat Incung, Tulisan Kuno Orang Kerinci

Gambar
Salah satu bukti majunya peradaban suatu suku bangsa adalah mampu menciptakan sistem tulisan tersendiri. Orang Kerinci termasuk salah satu etnis minoritas di Sumatera yang ternyata memiliki tulisan kuno sendiri bernama Surat Incung. Untuk lebih jelasnya mari simak tayangan video berikut  

Menelusuri Nenek Moyang Orang Semurup berdasarkan Tembo Incung

Gambar
Kenduri Sko di Semurup pada tahun 1980-an. Dok. Kebudayaan Kerinci      Menelusuri Nenek Moyang Orang Semurup berdasarkan Tembo Incung by: boedayakerinci.blogspot.com Semurup, merupakan satu wilayah adat di Kerinci yang terletak di bagian Hulu atau Barat Laut Lembah Kerinci. Saat ini,wilayah adat Semurup meliputi dua kecamatan di Kabupaten Kerinci yakni kecamatan Air Hangat dan kecamatan Air Hangat. Jauh sebelum itu,  terutama pada masa Belanda, wilayah adat Semurup termasuk ke dalam wilayah Mendapo Semurup dan berada dalam Distrik Kerinci Hulu. Untuk melacak sejarah nenek moyang yang menghuni wilayah Semurup, mestilah ditelusuri dari sejarah masing-masing suku/kelebu yang menghuni wilayah ini. Pasalnya, tiap-tiap wilayah adat di Kerinci tidak dihuni oleh satu suku semata. Akan tetapi oleh banyak suku. Bayangkan saja satu dusun bisa dihuni oleh tiga atau empat suku/kelebu apalagi untuk wilayah adat yang terdiri dari banyak dusun dan banyak tingkat pe...

Aksara Surat Incung, Riwayat dan Problematikanya

Gambar
Gambar 1. Naskah Surat Incung dari Hiang Tinggi, Sumber: EAP117/Britishlibrary Kontak Dagang dan Awal Mula Mengenal Tulisan         Menjadi hal yang patut dibanggakan bahwa bangsa Indonesia memiliki ragam kebudayaan termasuk dalam hal tulis menulis. Ada berbagai aksara tradisional yang berkembang dan digunakan oleh suku-suku asli yang berdiam di pulau-pulau nusantara sebut saja surat Batak yang digunakan oleh suku bangsa Batak di Sumatera, aksara Sunda, Aksara Jawa, aksara Bali, dan aksara Lontara yang digunakan oleh suku Bugis.       Lahirnya sebuah aksara tidak lain karena kebutuhan manusia untuk berkomunikasi secara tidak langsung, aksara merupakan simbol-simbol bunyi sebagai ciptaan manusia sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Agar simbol-simbol bunyi itu dapat dimengerti diperlukan adanya kesepakatan suatu kelompok manusia dalam menggunakan simbol-simbol (aksara) itu.  ...