Postingan

Menampilkan postingan dengan label Siulak

Sejarah Siulak Dari Mendapo Semurup menjadi Mendapo Siulak, Berikut Daftar Nama Kepala Mendapo

Gambar
Potret pejabat Kepala Mendapo di Kerinci tahun 1935 Siulak merupakan pusat wilayah adat Tanah Sekudung yang dibentuk pada zaman Sultan Ahmad Zainuddin dari Jambi sekitar abad ke-18 M. Wilayah ini berada di kawasan baratlaut Lembah Kerinci yang terdiri dari beberapa dusun dan koto. Dusun yang terletak di wilayah Tanah Sekudung terdiri dari Siulak Gedang, Siulak Panjang, Siulak Mukai, Siulak Kecik, Siulak Dreh, Dusun Baru, Dusun Tinggi, Koto Beringin, Koto Tengah, Koto Aro, Koto Rendah, Koto Kapeh, Koto Lebuh Tinggi, Sungai Pegeh, Sungai Lebuh, Napal Batakuk, Lubuk Nagodang, Sungai Batu Gantih, Sungai Betung, Sungai Renah, Tanjung Genting, Sungai Gelampeh, dan Sungai Sirih. Secara adat wilayah ini dipimpin oleh Depati Tigo Luhah, Mangku Berenam, Manti Salapan.  Depati yang Tigo Luhah Tanah Sekudung yaitu: Luhah Depati Intan Luhah Depati Mangku Bumi Luhah Depati Rajo Simpan Bumi Mangku yang berenam: Mangku Rajo Sirajo Tuntut Gedang Sirajo Tahil Temenggung Titin Rajo Jindah Nyato Dipat...

Dua Tinggalan Arkeologi ini Resmi Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Kabupaten Kerinci

Gambar
Benda Cagar Budaya Kabupaten Kerinci Kerinci adalah wilayah di Dataran Tinggi Jambi yang memiliki banyak tinggalan purbakala. Misalnya saja, situs-situs megalitik yang tersebar di sekitar Danau Kerinci, masjid-masjid kuno berarsitektur Kerinci, dan ratusan manuskrip kuno. Sebagai bagian dari tinggalan kebudayaan yang dilindungi oleh pemerintah, sebagian besar situs tersebut sudah dijadikan sebagai cagar budaya berdasarkan UU no. 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya seperti masjid Keramat Pulau Tengah, Masjid Agung Pondok Tinggi, dan situs Batu Rajo, situs Batu Patah, situs Pondok, dan situs Pulau Sangkar. Namun demikian, masih banyak lagi tinggalan budaya bendawi yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Terbitnya regulasi baru tentang cagar budaya yakni UU nomor 11 tahun 2010, memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan cagar budaya di daerahnya masing-masing. Penetapan ini berdasarkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang telah di sk-kan oleh kep...

Asal-Usul Penduduk dan Struktur Pemerintahan Adat di Dusun Siulak Panjang, wilayah Adat Tanah Sekudung Kerinci

Gambar
Dusun Siulak Panjang Dusun Siulak Panjang adalah perkampungan yang terletak di hulu Sungai Batangmerao, Lembah Kerinci. Tepatnya berada di sisi barat aliran Batangmerao. Di sebelah utara dusun ini mengalir aliran Sungai Kelikir yang bermuara ke Batangmerao sebagai batas sebelah mudik. Sementara itu, sebelah hilirnya berbatasan dengan dusun Siulak Gedang. Sekarang ini dusun Siulak Panjang telah mekar menjadi beberapa desa yaitu Desa Siulak Panjang, Desa Koto Beringin, Desa Dusun Baru, dan Desa Pasar Senin. Semuanya berada di wilayah administratif Kecamatan Siulak, Kab. Kerinci. Perkembangan Permukiman dan Penduduk Awalnya dusun Siulak Panjang dinamakan sebagai Pulau Panjang karena berada di sepanjang Sungai Batang Merao. Setelah itu, Pulau Panjang mulai didiami oleh masyarakat untuk berladang sehingga berubahlah naman Pulau Panjang menjadi Pelak Panjang. Selanjutnya, kelompok-kelompok yang berladang di Pelak Panjang mendirikan permukiman yang dinamakan sebagai Siulak Panjang. Pada mulan...

Dari Sosok Ibu Sederhana Ini, Lahir Orang Nomor Satu di Kerinci

Gambar
Hj. Rohana, ibu Bupati Kerinci saat ini  Keturunan Ulama Tarikat Beliau dilahirkan dengan nama Rohana sekitar tahun 1938-39 di Dusun Koto Beringin, Siulak, Kerinci. Ayahnya bernama H. Ja'far Saleh dari Jurai Demong Dusun Koto Rendah dan ibunya bernama Jangkiriyah dari Luhah Jagung Marajo Indah Sungai Langit Dipati Marajo, dusun Koto Beringin. Baca juga:  Kenduri Sko Empat Jurai Dusun Koto Rendah, Siulak Kabupaten Kerinci Haji Ja'far Saleh, ayahnya, sebenarnya adalah seorang ulama. Lebih tepatnya seorang ulama Tarekat cabang Sammaniyah. Beliau punya banyak murid di wilayah Siulak. Ayah dari Haji Ja'far Saleh, atau kakek dari Rohana, juga seorang ulama Tarikat Sammaniyah yang masyhur di Siulak dan Semurup. Haji Ja'far Saleh beserta saudara laki-lakinya tahun 1950-an Nama asli sang kakek adalah Serangkak, tetapi setelah berhaji ke Mekkah nama beliau diganti menjadi Haji Sultan Saleh. Sang kakek mengaji agama di beberapa tempat terutama di Hiang dan di Semurup. Di Semurup b...

Asal Usul Penduduk Dusun Siulak Gedang, Ibu Negeri Wilayah Adat Tanah Sekudung

Gambar
Jihat Depati Rajo Simpan Bumi, Padang Jambu Alo, Siulak Gedang (Sumber: Zarmoni) Dusun Siulak Gedang Dusun Siulak Gedang adalah perkampungan yang terletak di sebelah hulu lembah Kerinci, tepatnya di sisi barat aliran Sungai Batang Merao yang membelah lembah. Dusun ini berada di sebelah utara muara sungai yaitu pertemuan antara Sungai Ayir Lingkat atau Sungai Nyuruk dengan Batang  Merao. Saat ini Dusun Siulak Gedang terbagi menjadi enam desa yaitu Desa Siulak Gedang, Desa Pasar Siulak Gedang, Desa Telago Biru, Dusun Dalam, Bandar Sedap dan Koto Tengah. Desa-desa ini berada di dalam kecamatan Siulak, Kerinci.  Secara adat Dusun Siulak Gedang terdiri dari kelompok masyarakat adat yang tersusun atas tigo luhah dan perbakalo bungkan yang empat. Tigo Luhah tersebut adalah Luhah Temenggung, Luhah Sirajo dan Luhah Jagung.   Luhah Temenggung terbagi dalam dua bungkan yaitu  Bungkan Temenggung Belah Mudik yang terdiri dari satu kelebu yaitu Kelbu Gedang atau Kelbu Temenggung...