Postingan

Menampilkan postingan dengan label Semurup

Biografi Singkat Haji Soetan Imam: Kepala Mendapo Semurup yang Pertama

Gambar
Potret yang diduga kuat sebagai Haji Soetan Imam dan istrinya Kudi serta anak lelaki beliau yang bernama Mat Jaris. Judul aslinya Kepala Mendapo Semurup, dipotret sekitar tahun 1915 oleh Belanda. Sumber: Tropenmuseum Pendahuluan Tahun 1903 merupakan tahun yang amat berat bagi rakyat Kerinci. Pasalnya, mereka mengalami kekalahan telak akibat menentang dan melawan Kolonial Belanda. Belanda saat itu ingin menguasai wilayah Kerinci yang masih merdeka. Di Pulau Tengah, Belanda membumihanguskan kampung itu, banyak anak-anak, wanita dan orangtua yang tewas karena bersembunyi di bawah kolong rumah. Kekalahan demi kekalahan harus ditelan oleh orang Kerinci. Beberapa kampung dengan mudah ditaklukkan oleh Belanda tanpa perlawanan berarti. Setelah seluruh kampung ditaklukan, Belanda menjadikan Kerinci sebagai salah satu afdeelingnya yang dibagi dalam tiga distrik dan 12 Mendapo. Tiga distrik itu adalah distrik Korintji Oeloe, distrik Korintji Tengah dan distrik Korintji Hilir. ...

Menelusuri Nenek Moyang Orang Semurup berdasarkan Tembo Incung

Gambar
Kenduri Sko di Semurup pada tahun 1980-an. Dok. Kebudayaan Kerinci      Menelusuri Nenek Moyang Orang Semurup berdasarkan Tembo Incung by: boedayakerinci.blogspot.com Semurup, merupakan satu wilayah adat di Kerinci yang terletak di bagian Hulu atau Barat Laut Lembah Kerinci. Saat ini,wilayah adat Semurup meliputi dua kecamatan di Kabupaten Kerinci yakni kecamatan Air Hangat dan kecamatan Air Hangat. Jauh sebelum itu,  terutama pada masa Belanda, wilayah adat Semurup termasuk ke dalam wilayah Mendapo Semurup dan berada dalam Distrik Kerinci Hulu. Untuk melacak sejarah nenek moyang yang menghuni wilayah Semurup, mestilah ditelusuri dari sejarah masing-masing suku/kelebu yang menghuni wilayah ini. Pasalnya, tiap-tiap wilayah adat di Kerinci tidak dihuni oleh satu suku semata. Akan tetapi oleh banyak suku. Bayangkan saja satu dusun bisa dihuni oleh tiga atau empat suku/kelebu apalagi untuk wilayah adat yang terdiri dari banyak dusun dan banyak tingkat pe...

Perang Semurup - Siulak, Catatan Sejarah Kerinci yang Hampir Terlupakan

Gambar
Semurup dan Siulak tampak dari atas bukit Sekungkung. Dok. Penulis Perang antarsuku atau antar penduduk kampung di masa lalu bukanlah hal yang begitu mencengangkan apalagi di wilayah Lembah Kerinci. Lembah yang subur untuk lahan pertanian namun dihuni oleh banyak penduduk yang begitu beragam dan terdiri atas banyak kelompok. Orang Kerinci sendiri merupakan masyarakat komunal berdasarkan ikatan sejarah dan ikatan tanah yang dirintis oleh nenek moyang di masa lalu, Suku atau kelompok masyarakat ini lazim disebut dengan istilah Luhah dan Kelebu. Masing-masing luhah dan kelebu ini membentuk semacam aliansi atau persekutuan untuk mendirikan perkampungan yang disebut dusun. Namun, terkadang terjadi permusuhan dan konflik antar suku ini akibat perebutan hak-hak untuk pengelolaan lahan atau tanah yang subur di antara dua wilayah perkampungan mereka ataupun karena perebutan dominasi politik antarsuku dalam berhubungan dengan pihak-pihak Kerajaan. Beberapa perang antarsuku dan antardus...