Postingan

Komik Arkeologi dan Budaya Kerinci, Bacaan Untuk Tingkat SD

Gambar
Kerinci, merupakan wilayah yang kaya akan tinggalan arkeologi. Namun sayangnya, tinggalan tersebut masih banyak yang belum diketahui oleh para generasi muda. Komik ini menyajikan bacaan untuk anak-anak terkait  tinggalan arkeologi di Kerinci seperti tinggalan megalitik dan naskah-naskah kuno. Komik ini diterbitkan oleh Balai Arkeologi Sumatra bagian Selatan pada Tahun 2018. Baca selengkapnya di sini! Cover komik arkeologi Kerinci

Asal-Usul Penduduk dan Struktur Pemerintahan Adat di Dusun Siulak Panjang, wilayah Adat Tanah Sekudung Kerinci

Gambar
Dusun Siulak Panjang Dusun Siulak Panjang adalah perkampungan yang terletak di hulu Sungai Batangmerao, Lembah Kerinci. Tepatnya berada di sisi barat aliran Batangmerao. Di sebelah utara dusun ini mengalir aliran Sungai Kelikir yang bermuara ke Batangmerao sebagai batas sebelah mudik. Sementara itu, sebelah hilirnya berbatasan dengan dusun Siulak Gedang. Sekarang ini dusun Siulak Panjang telah mekar menjadi beberapa desa yaitu Desa Siulak Panjang, Desa Koto Beringin, Desa Dusun Baru, dan Desa Pasar Senin. Semuanya berada di wilayah administratif Kecamatan Siulak, Kab. Kerinci. Perkembangan Permukiman dan Penduduk Awalnya dusun Siulak Panjang dinamakan sebagai Pulau Panjang karena berada di sepanjang Sungai Batang Merao. Setelah itu, Pulau Panjang mulai didiami oleh masyarakat untuk berladang sehingga berubahlah naman Pulau Panjang menjadi Pelak Panjang. Selanjutnya, kelompok-kelompok yang berladang di Pelak Panjang mendirikan permukiman yang dinamakan sebagai Siulak Panjang. Pada mulan...

Ketika Sultan Thaha Syaifuddin dari Jambi Mengirim Petisi Ke Turki Usmani

Gambar
Latar Belakang Sebelum Sultan Thaha diangkat menjadi Raja Jambi, Sultan sebelumnya termasuk ayah Sultan Thaha sendiri yang bernama Sultan Muhammad Fachruddin atau Sultan Kramat adalah sekutu dari pemerintah Kolonial Belanda. Seperti di dalam tulisan Locher-Scholten disebutkan bahwa Sultan Fachruddin sendiri pernah berperang melawan pasukan Belanda di perbatasan Jambi dengan wilayah Palembang. Akan tetapi, ia kalah dalam pertempuran sehingga ia harus menandatangani kontrak perdamaian dan kontrak politik dengan Belanda. Kontrak-kontrak tersebut sebenarnya menjadi negara Jambi bagian dari Hindia-Belanda, Sultan Jambi tidak punya hak lagi untuk menjalin persahabatan dengan megara lain tanpa persetujuan pihak Belanda. Begitu pula saat Sultan baru dilantik, wajib dengan persetujuan Belanda.  Paman Sultan Thaha yang menjabat setelah ayahnya mangkat juga menandatangani kontrak politik dengan Belanda saat ia menjabat. Saat itu, status Thaha naik dari pangeran biasa menjadi perdana menteri a...

Lagu Kerinci Lama | Cinto Hati | Vocal dan Ciptaan Atmajar Idris

Gambar

Lagu Kerinci Lama | Uto Gunung Kerinci | Cipt. dan Voc. Atmajar Idris

Gambar
Aktifkan lirik dengan mengaktifkan subtitle di bagian kanan bawah, pilih Indonesian

Sebelum Menikah, Laki-Laki Kerinci Wajib Tahu Hukum Adat Bersemendo

Gambar
Pengantin Kerinci Suku Kerinci atau disebut pula Uhang Kincay atau Uhang Kinci merupakan masyarakat adat yang kaya akan tradisi. Sebagian mereka masih berpegang teguh kepada adat istiadat yang disebut sebagai "adat lamo pasko usang".  Ajaran-ajaran moral tentang hidup tertuang dalam petatah petitih adat yang disebut dengan saluko dan penno adat. Dari dua istilah ini, hanya kata saluko yang dapat ditelusuri asal katanya yakni berasal dari bahasa Sanskerta "Sloka". Menurut KBBI Sloka berarti jenis puisi yang mengandung ajaran. Penno dan saluko ini mengandung banyak hukum adat, nasihat dan ajaran-ajaran moral Uhang Kinci termasuk pula di dalamnya tipe-tipe suami. Di sini akan timbul pertanyaan mengapa yang dibahas dalam adat adalah tipe-tipe suami bukannya istri? Hal ini dikarenakan masyarakat Kerinci menganut sistem matrilineal sekaligus matrilokal.  Sistem matrilokal mengharuskan seorang suami untuk tinggal di li...

Mengenal Cabe Suhin, Kuliner Khas Tradisional Kerinci

Gambar
Kuliner Sambal Cabe Suhin Lobak putih yang difermentasikan dengan berbagai bumbu-bumbu sehingga menghasilkan rasa asam-pedas, biasanya kita kenal dengan sebutan dengan "kimchi". Makanan ini tentu tidak asing bagi penggemar budaya Korea. Dalam drama-drama Korea misalnya, kimchi selalu hadir dalam adegan makan bersama sebagai pendamping makanan utama. Tradisi pembuatan makanan fermentasi untuk lalapan atau sebagai pendamping menu utama tidak hanya ada di Korea tetapi juga ada di Indonesia, terkhusus di kampung halaman saya Kerinci. Makanan fermentasi ini disebut sebagai "cabe suhin". Cabe suhin terbuat dari dua bahan utama yakni daun surian yang disebut suhin dalam bahasa Kerinci dan rebung atau tunas bambu yang masih muda. Dua bahan ini kemudian ditumbuk atau digiling secara bersamaan. Setelah halus, adonan bahan ini dimasukkan ke dalam bambu dan difermentasikan sekitar dua hingga tiga hari.  Daun Surian, bahan utama pembuatan Cabe Suhin Bahan yang sudah diferm...

Lagu Kerinci Lama | Uhang Jauh | Voc. Elly Muis Cipt. Atmajar Idris

Gambar
Silahkan aktifkan subtitle dengan memilih bacaan Indonesian di sudut kanan bawah video Lagu Kerinci Uhang Jauh

Lagu Kerinci Lama | Sakti Alam Kerinci | Cipt. dan Voc. Atmajar Idris

Gambar
Lagu Sakti Alam Kerinci

Perambahan Hutan dan Pembukaan Lahan di Kaki Gunung Kerinci adalah Tindakan Ilegal Menurut Hukum Adat

Gambar
K ian hari vegetasi hutan yang menutupi Gunung Kerinci semakin berkurang. Laju perambahan hutan dan pembukaan lahan di sana semakin merajalela. Polisi Hutan dan pihak TNKS tampaknya juga mengalami kesulitan dalam mencegah hal tersebut. Hal ini dikarenakan berbagai permasalahan, termasuk jumlah personel yang tidak sebanding dengan luas area pengawasan dan oknum yang melakukan perambahan.  (Ilustrasi) Sumber foto: Izel dari Forum Masyarakat Kerinci Di sebuah kolom komentar FB, berbagai elemen masyarakat merespon dan mengomentari potret dari semakin berkurangnya hutan di kaki gunung Kerinci tersebut. Ada yang berkomentar begini, "ketika masyarakat dicegah untuk menebang hutan, mereka berdalih dengan alasan bahwa hutan tersebut adalah tanah nenek moyang kami, kalau tidak boleh menebang hutan untuk berladang bagaimana kami hidup".   Adalah betul bahwa lahan hutan di kaki Gunung Kerinci masih dalam wilayah adat para Depati di Tigo Luhah Tanah Sekudung . Dalam artian sederhana, ba...

Lembago dan Sistem Peradilan Adat di Kerinci

Gambar
(Ilustrasi) Salah satu fungsi  pemangku Adat di Kerinci adalah fungsi peradilan. Mereka memiliki kuasa untuk mengadili seseorang  dalam rangka menegakkan hukum Adat. Bila anak buah-anak kemenakan suatu kelbu melanggar hukum adat seperti berkelahi, berzina, mencuri dan lain sebagainya. Maka peradilan adat dilakukan oleh pemangku adat dalam ruang lingkup kelbunya saja. Cukup diselesaikan oleh seorang tengganai, seorang Nenek Mamak, dan seorang Depati. Istilahnya hanya sampai ke tingkat Lembago Dapur.  Atau bisa saja suatu perkara sampai dibawa ke Lembago Kurung bila orang-orang yang terlibat berasal dari dua atau lebih kelbu. Yang mengadili di sini adalah Depati-Ninek Mamak dari dua pihak kelbu yang bersengketa.  Namun bila peradilan tersebut tidak selesai, karena salah satu pihak tidak puas. Mereka dapat mengajukan banding ke peradilan yang lebih tinggi. Namanya peradilan, Lembago Negeri . Di dalam ico pakai Siulak Tanah Sekudung, bila menyangkut masalah pidana, ...

Muhammad Awal, Bupati Kerinci Ke-5 yang Dikenang dengan Aura "Kesaktian"-nya

Gambar
Pak Awal dan Masyarakat Kerinci  Latar Belakang Keluarga Beliau terlahir dengan nama Awaluddin sekitar tahun 1937 di Dusun Baru Siulak. Ayahnya bernama Mat Tilik yang setelah berhaji mengganti nama menjadi Haji Umar. Sang ayah berasal dari Luhah Demong-Rio Bayan Dusun Baru Siulak. Sedangkan  ibunya bernama Gedung Perak, berasal dari Luhah Depati Intan Dusun Siulak Mukai. Baca juga:   Dari manakah Asal Usul Penduduk Dusun Siulak Mukai? Menelusuri Sejarah dan Struktur Pemerintah Adat Masyarakat Siulak Mukai Tak seperti namanya, Awaludin bukanlah anak pertama melainkan anak paling bungsu. Beliau memiliki 5 orang saudara, dua perempuan dan tiga laki-laki. Kakak laki-lakinya bernama Saidi Rajo, Sabri Umar dan Zainal Abidin. Sedangkan kakak perempuannya bernama Kunci Iman dan Hadiah. Ayah Awaludin, Haji Umar, adalah kalangan aristokrat semasa pemerintahan Hindia-Belanda. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Mendapo Semurup sekitar tahun 1930-an. Jabatan pegawai untuk golongan ...