Postingan

Legenda Batu Patah: Cerita Rakyat dari Danau Kerinci

Gambar
Bahasa Kerinci (Dialek Hilir) Dalak dusak, ado uha ngan sangak lah miskan tingga dalak umah ngan samo nia dingan bentuk bbaho. Idak nyu sangak biaso, kalu ado nyu dimaka samu-samu. Kalu nyado nyu ditanggoa samu-samu. Barapo ahi inih, bapoknyu balek tenguh mala’ terauh karnu masuk imbo kalua imbo nalok manya. Batu Patah di Daerah Muak, Kerinci Lah takumpo galu-galu manya, mule lah bapoknyu ngehat manya ituh. Ado ngan nek patoh, ado ngan gde, ado ngan panja’, meca lah bentuk. Mulelah bapoknyu ngarangki manya ngan sudeh dikehak ituh jadi lukah. Sengajo nia bapoknyu ngumpo ke manya untuk mna lukah mboh nyu bise nangkak laok dkek aye. Kiru incak lukoh ngan pertamo bapoknyu nyubu muat ituh. Idek ugo bapoknyu ntai muat, terauh-terauh bae bapoknyu nyubu. Ketu ngaat ku bbalek manya-manya ituh, tadengelah suaru anuknyu ngan paling tuo ituh agi betale. Nyu ngasih ku adik nyu tido. “Tido, tido lah kaau A dik, B apok muat lukoh incak” “Tido, tido lah kaau A dik, B apok muat lukoh incak” “Oo A dik ...

Padi dalam Kehidupan Orang Kerinci: Sejarah, Mitos, Ritual, dan Nilai Budaya

Gambar
Ilustrasi menuai padi Buku ini membahas tentang kehidupan orang Kerinci terkait dengan pertanian padi. Nenek moyang orang Kerinci telah mengenal padi sejak awal mula penghijrahan mereka sekitar 3500 tahun yang lalu. Padi sebagai tanaman pangan diketahui pula juga sebagai tanaman ritual. Temuan arkeologi menunjukkan adanya serbuk sari padi-padian dalam situs tempayan kubur di Kerinci. Pada abad ke-14, pencurian padi dikenakan denda yang cukup banyak yaitu setahil sepaha emas atau sekitar 38 juta rupiah menurut hitungan sekarang. Di masa Kesultanan,Jambi juga menetapkan pajak beras bagi penguasa yang mengakui kekuasaan mereka yakni sekitar 100 gantang beras tiap tahun. Setelah masuknya Belanda, mereka meningkatkan produksi padi dengan memperluas lahan persawahan di Lembah Kerinci. Baca juga:  Padi Sebesar Buah Kelapa: Mitos, Legenda atau Fakta? Sebagai tanaman suci, padi sangat lekat dengan mitos dan berbagai ritual yang dilakukan terhadapnya. Ada berbagai ritual yang dilakukan oleh ...

Tanah, Kuasa, dan Niaga: Dinamika Relasi antara Orang Kerinci dan Kerajaan-Kerajaan Islam di Sekitarnya Abad Ke-VI dan XIX Masehi

Gambar
(Ilustrasi) Buku ini membahas tentang kehidupan orang Kerinci antara 400 hingga 200 tahun yang lalu. Terutama, hubungan mereka dengan dua kerajaan besar yang mengapit wilayahnya, yaitu Kesultanan Jambi dan Inderapura. Hubungan yang dilandasi sumpah setia ini mengalami pasang surut sepanjang abad. Ada kalanya orang Kerinci lebih intim dengan Jambi, adakalanya pula lebih intim dengan Inderapura. Meskipun demikian, para Depati sebagai penguasa wilayah-wilayah adat di sepanjang Lembah Kerinci lebih condong menghadapkan berbagai persoalannya ke Kesultanan Jambi. Misalnya, masalah tanah ulayat, konflik antar wilayah adat, dan perkara pidana yang dapat diselesaikan oleh mereka. Baca Juga:  Tanah Ulayat di Kerinci: Praktek Jual Beli Tanah Di Luar Orang Kerinci Seharusnya Dilarang! Buku ini dilandaskan pada sumber-sumber lokal seperti naskah piagam, serta naskah dan prasasti Incung surat. Di samping itu pula menggunakan referensi dari sejarawan yang lalu seperti Barbara Watson Andaya dan El...

Sultan Ahmad Nazarudin, Kisah Raja Tanpa Alas Kaki dari Jambi

Gambar
Foto 1. Sultan Ahmad Nazarudin dari Jambi Banyak yang tak menduga bahwa sosok sepuh dalam potret ini adalah seorang raja (foto 1). Pasalnya, ia tak menggunakan kasut dan atribut mewah lainnya layaknya raja-raja besar di seantero Nusantara. Apatah lagi, punya keraton dan istana yang dikelilingi benteng kokoh atau mahkota berlapis emas bertatah intan mustika. Ahmad Nazaruddin diangkat pada pertengahan abad ke-19 sebagai Sultan Jambi menggantikan Sultan Thaha yang dimakzulkan Belanda. Potret dirinya ini menjadi gambaran bagaimana kondisi Raja - orang nomer satu di Jambi-- dan para bangsawan Jambi kala itu. Laporan Belanda, banyak menyebutkan bahwa raja dan pangeran Jambi hidup dalam kondisi "miskin". Mereka hidup dengan kondisi ekonomi minimal dari upeti di wilayah pegangan masing-masing. Baca juga:  Ketika Raja Minangkabau dan Pangeran Jambi Minta Bantuan Para Penguasa Kerinci Keraton yang mereka punya hanya rumah panggung. Ukurannya, sedikit lebih besar dari rumah rakyat bias...

Naskah Incung dari Sungai Tutung Ini Berisi Kisah Nabi Adam

Gambar
Ruas Pertama Naskah Incung Ini Asan Pulung (TK 125/EAP117/44/1/6) Sumber: British Library Nabi Adam merupakan sosok nabi dan manusia pertama dalam kepercayaan agama Samawi seperti Yahudi, Nasrani, dan Islam. Kisahnya banyak diceritakan di dalam kitab suci baik di dalam al-Kitab maupun di dalam al-Qur'an. Di dalam kitab suci tersebut Adam diceritakan diciptakan dari tanah kemudian ditiupkan ruh sehingga menjadi manusia. Kisah Adam berlanjut dengan hadirnya sosok Hawa sebagai istri Adam, hingga diturunkan ke dunia dari surga akibat melanggar larangan Tuhan. Kisah Adam juga dimuat di dalam kitab-kitab ulama klasik, misalnya di dalam kitab Qishas al-Anbiya karangan Ibnu Katsir dan kitab Tarikh al-Rusul wa al-Muluk karangan at-Thabari. Di Nusantara turunan kisah Adam ditulis dalam naskah-naskah lokal misalnya di dalam Naskah Samud Ibnu Salam dan Naskah Ambiya Pegon. Umumnya, naskah berisi kisah Adam ditulis menggunakan turunan aksara Arab seperti aksara Pegon dan Arab-Melayu (Jawi). Hal...

Mengenal Tutou Tabano, Sapaan dan Istilah Kekerabatan Menurut Adat Kerinci

Gambar
Ilustrasi (Foto Sakti Alam Watir) Pendahuluan Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari interaksi dengan sesamanya. Agar interaksi itu berlangsung dengan baik, diperlukan adanya komunikasi termasuk dalam hal menyapa orang lain. Di Indonesia, kata sapaan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena masyarakat hidup dalam norma-norma dan tradisi yang masih berlaku hingga kini. Salah menyapa bisa berakibat fatal. Bayangkan saja bila kata sapaan yang seharusnya digunakan untuk perempuan digunakan untuk menyapa seorang laki-laki atau kata sapaan untuk yang lebih muda digunakan untuk menyapa orangtua. Bisa heboh dunia persilatan. Kita akan dicap sebagai orang yang tidak punya sopan santun.  Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menegur sapa orang yang diajak berbicara (orang kedua) atau menggantikan nama orang ketiga. Dalam Bahasa Indonesia, kata sapaan terbagi lagi dalam beberapa jenis yaitu nama...

Lagu Kerinci Lama | Pubisan Geto Ciptaan Atmajar Idris, Voc. Eddy Sinir

Gambar
 

Komik Arkeologi dan Budaya Kerinci, Bacaan Untuk Tingkat SD

Gambar
Kerinci, merupakan wilayah yang kaya akan tinggalan arkeologi. Namun sayangnya, tinggalan tersebut masih banyak yang belum diketahui oleh para generasi muda. Komik ini menyajikan bacaan untuk anak-anak terkait  tinggalan arkeologi di Kerinci seperti tinggalan megalitik dan naskah-naskah kuno. Komik ini diterbitkan oleh Balai Arkeologi Sumatra bagian Selatan pada Tahun 2018. Baca selengkapnya di sini! Cover komik arkeologi Kerinci

Asal-Usul Penduduk dan Struktur Pemerintahan Adat di Dusun Siulak Panjang, wilayah Adat Tanah Sekudung Kerinci

Gambar
Dusun Siulak Panjang Dusun Siulak Panjang adalah perkampungan yang terletak di hulu Sungai Batangmerao, Lembah Kerinci. Tepatnya berada di sisi barat aliran Batangmerao. Di sebelah utara dusun ini mengalir aliran Sungai Kelikir yang bermuara ke Batangmerao sebagai batas sebelah mudik. Sementara itu, sebelah hilirnya berbatasan dengan dusun Siulak Gedang. Sekarang ini dusun Siulak Panjang telah mekar menjadi beberapa desa yaitu Desa Siulak Panjang, Desa Koto Beringin, Desa Dusun Baru, dan Desa Pasar Senin. Semuanya berada di wilayah administratif Kecamatan Siulak, Kab. Kerinci. Perkembangan Permukiman dan Penduduk Awalnya dusun Siulak Panjang dinamakan sebagai Pulau Panjang karena berada di sepanjang Sungai Batang Merao. Setelah itu, Pulau Panjang mulai didiami oleh masyarakat untuk berladang sehingga berubahlah naman Pulau Panjang menjadi Pelak Panjang. Selanjutnya, kelompok-kelompok yang berladang di Pelak Panjang mendirikan permukiman yang dinamakan sebagai Siulak Panjang. Pada mulan...