Postingan

Perang Semurup - Siulak, Catatan Sejarah Kerinci yang Hampir Terlupakan

Gambar
Semurup dan Siulak tampak dari atas bukit Sekungkung. Dok. Penulis Perang antarsuku atau antar penduduk kampung di masa lalu bukanlah hal yang begitu mencengangkan apalagi di wilayah Lembah Kerinci. Lembah yang subur untuk lahan pertanian namun dihuni oleh banyak penduduk yang begitu beragam dan terdiri atas banyak kelompok. Orang Kerinci sendiri merupakan masyarakat komunal berdasarkan ikatan sejarah dan ikatan tanah yang dirintis oleh nenek moyang di masa lalu, Suku atau kelompok masyarakat ini lazim disebut dengan istilah Luhah dan Kelebu. Masing-masing luhah dan kelebu ini membentuk semacam aliansi atau persekutuan untuk mendirikan perkampungan yang disebut dusun. Namun, terkadang terjadi permusuhan dan konflik antar suku ini akibat perebutan hak-hak untuk pengelolaan lahan atau tanah yang subur di antara dua wilayah perkampungan mereka ataupun karena perebutan dominasi politik antarsuku dalam berhubungan dengan pihak-pihak Kerajaan. Beberapa perang antarsuku dan antardus...

Kerinci dalam Catatan Ilmuwan Barat Tahun 1800 M

Gambar
Kemarin, saya ke Gramedia dan menemukan buku yang berjudul Sejarah Sumatera buku tersebut adalah Terjemahan dari Buku History Of Sumatra by William Marsden versi aslinya dalam bahasa Inggris bisa di Searching sendiri. Bagian yang paling me narik bagi saya adalah dimuatnya catatan seorang Ilmuwan Mr. Campbell di Tahun 1800 M tentang sebuah negeri yang di sebut dengan Korinchi (Kerinci ). Mari kita simak Poin penting Bagaimana Pandangan Seorang Ilmuwan Barat tentang Penduduk Kerinci saat itu. "Penduduknya memiliki Tinggi dibawah Rata-rata orang melayu dengan Raut Muka lebih keras dan Tulang pipi lebih tinggi berbadan kekar dan Aktif. Mereka tidak kurang ramahnya, tetapi cemburu terhadap orang asing. Kaum wanitanya, kecuali beberapa Putri kepala desa secara umum tidak menarik, dan bahkan terlihat buas. Di desa In-juan ( Jujun ) diperbatasan Danau saya melihat beberapa dari mereka mengenakan cincin tembaga dan Kulit Kerang di Rambutnya. mereka mengenakan Destar me...

Kepercayaan Suku Kerinci Mengenai Ruh

Gambar
Kepercayaan Suku Kerinci tentang Roh  Oleh : Hafiful Hadi S Suku Kerinci percaya bahwa didalam tubuh setiap manusia ada dua ruh yaitu yang pertama disebut sebagai Jiwo atau Jiyo, Ruh ini apabila meninggalkan tubuh manusia maka orang tersebut dikatakan Sudah mati dan tinggal Jasadnya saja. kedua roh yang disebut sebagai "aman'. Apabila "aman' ini telah meninggalkan tubuh manusia, maka dia akan jadi orang yang Sering sakit2an, Mudah terkejut dan Kaget, sering tertimpa musibah,kehilangan semangat untuk bekerja,dan sering berhalusinasi. Penyebab hilangnya "aman" adalah karena dikiwat ( Dibawa) oleh ruh para leluhur atau oleh Ruh dari kerabat yang baru meninggal. maka untuk memulihkan orang yang kehilangan "aman" ini, amannya harus di jemput ke Alam Arwah. Alam arwah ( baik Jiwo dan aman) terbagi atas tiga yaitu Balai Bujang tempat arwah lelaki, Balai Gadih tempat arwah perempuan dan Balai Adat/Tuo   adalah arwah tempat para tetua Adat d...

Undang yang Empat ( Undang-Undang yang berlaku di Kerinci Abad 17- 20 M

Masihkah berlaku? UU yang telah Usang dimakan Zaman, ternyata lekang karena panas dan lapuk Karena Hujan,,,, Undang2 yang Empat 1. Undang2 Luak 2. Undang2 Negeri 3. Undang2 Urang Dalam Negeri 4. Undang2 Yang Duo Puluh Undang yang duo Puluh terbagi dua 1. Undang2 Yang Selapan 2. Undang2 yang duo Bleh Undang2 yang Selapan terbagi duo 1. Undang2 empat didarat yaitu Pua manyarungkuk Lalang Manyarumun Sepah Manambun Reban batakuk Anaknya Undang samun yang empat yaitu: Samun Sidudun Duman Samun Sibujang Duman Samun SiMenti Duman Samun Sigajah Duman 2. Undang2 empat diair yaitu Layang2 manyapu Buih lapang Sipangileh Bruk Gedang Sipaninjau Bujuk Peremban Batang - Anak undang2 empat diair yaitu : Bajamban Bajambun Aro Tapian bapaga Malu Padang Bapaga baso Tebing Balingkek Dingan Undang Lawannya Empat : -Empat yang tinggal di Luar Negeri yaitu: Siujek mulepi Air Gunjing ditengah Koto Hasut Fitnah -Empat Masuk dalam Negeri yaitu: Parit babenteng dingan Pusk...

Indar Bayang dan Indar Jati (Antara Mitos dan Fakta Sejarah Kerinci)

Suatu Keanehan Naskah Surat Incung yang ditulis di Tanduk Kerbau dan Tanduk Kambing yang berasal dari Kemendapoan Hiang tak satupun tertulis Nama Indar Bayang dan Indar Jati. yang tertulis dalam naskah Incung itu adalah nama2 seperti : Lila Deraja, Bimbar Raja, Dipati Hiyang,Dayang Indah, Dayang Ramasah, Dara Dang Mas, Dara Lirak, Patih Suhan, Mata Salih, Dibalang Gayur dan Pamangku Malin Diman. Kisah Indar Bayang dan Indar jati yang disebut berasal dari Pagaruyung turun di Gunung jelatang Hiang tinggi ternyata bersumber dari beberapa Naskah Arab Melayu (TK 143) dalam Kondisi masih baik dari Kemendapoan Kemantan. Di Kemendapoan kemantan sendiri banyak terdapat Naskah Arab melayu yang berasal dari Minangkabau dan Indrapura ( TK 140-142). Seperti diketahui Rajo Mudo dari kemantan yang berinisiatif mengadakan Hubungandan perjanjian dengan Minangkabau yang diwakili Tuanku Berdarah Putih di Bukit Sitinjau laut, agar Perjanjian itu dapat berlansung dan dipatuhi oleh rakya...

Celak Dan Piagam, Pengakuan kesultanan Jambi atas Kedaulatan Depati di Tanah Sekudung, Kerinci

Cap: Ini cap Pangeran Suta Wijaya.   Bahwa ini piagam daripada duli Pangeran Sukarta Negara yang digaduhkan kepada Depati Mangku Bumi Suta Menggala. Sehingga kaki gunung Berapi hilir, sehingga Tebing Tinggi mudik dan sehelai daun kayu dan seekor Ikan dan setitik air sebatang laras sekepal tanah di dalam kurung itu melainkan kepada Depati Mangku Bumi lah empunya segala.   Cap: Ini cap Pangeran Suta Wijaya.   Hijrat al-N abi salla llahu ‘alaihi wasallam seribu seratus enam belas kepada sehari bulan Zulhijjah kepada ketika lahirnya Bahwa ini surat cap celak piagam yang dijunjungkan oleh Seri Sultan Anum Suria Ingalaga serta Pangeran Temenggung Mangku Negara kepada Dipati Raja Simpan Bumi, Dipati Intan, Dipati Mangku Bumi. Hilir sehingga Tebing Tinggi, mudik tersekut ke Gunung Berapi , ialah depati yang batiga punya, serta anak jantan anak betinanya, sebatang larisnya, setitik airnya, sekapan tanahnya, ialah depati yang batiga punya, Dipati Ra...

Jejak Majapahit dan Dinasti Mangkudum di Kerinci

Diketahui bahwa Tanah Sulak sudah di huni oleh suku Asli Kerinci sejak   Zaman Megalitikum hal ini dibuktikan dengan temuan temuan purbakala disekitar wilayah tersbut seperti di Goa Kasah yang ditemukan Lukisan Perempuan Berambut Panjang, Batu berupa kursi, Kapak Batu, serpihan obsidian yang diduga pernah ditinggali manusia prasejarah selain itu juga banyak ditemukan pecahan pecahan tembikar, guci, dan tempayan seperti yang ditemukan di Siulak Tenang, serta laporan laporan masyarakat temuan pecahan tembikar di sekitar perbukitan di Sulak,Begitu pula temuan menhir   sekitar Pendung Mudik lebih Kurang   5 Km dari Siulak Mukai. Dalam sebuah inskripsi Jawi (arab Melayu) disebut adanya Kedatangan tiga orang bersaudara dari Koto Batu Berpagaruyung. Koto Batu berpagaruyung ini adalah Kerajaan Pasumayam Koto Batu yang berdiri sebelum Kerajaan Pagaruyung . Tiga Orang Tersebut itu bernama Mangkudum Semat, Mangkudum Sakti dan Mangkudum Darat, seperti yang tersebut dalam inskri...

Traditional Architecture of Kerinci Ethnic

Gambar
Arsitektur tradisional Kerinci Rumah Kerinci Klasik Rumah Tradisional Kerinci biasanya dibuat berjejer sehingga membentuk barisan yang rapi,dalam bahasa Kerinci disebut Larik atau Lahik.Ciri Khas Rumah Tradisional Kerinci adalah atap yang terbuat dari potongan kayu tipis persegi panjang atau terbuat dari Belahan Buluh ( Bambu) yang disusun sedemikian rupa. hal ini masih dijumpai pada tahun 1920 an. setelah pendudukan Belanda Atap Kayu kemudian ditukar dengan atap yang terbuat dari seng. Ciri Khas lain terdapat pada jendela (Singap/ Singem / Singop dan lain sebagainya), jendela rumah biasanya dibuat memanjang yang terletak diantara dua tiang rumah bagian depan. Satu Larik biasanya di huni oleh sebuah keluarga yang masih berkerabat dekat(satu leluhur) biasanya disebt dengan Kelebu. di  wilayah Kerinci hulu dan tengah, setiap rumah dalam larik biasanya dibangun saling menempel, bahkan ada pintu bagian dalam rumah yang menghubungkan rumah satu dengan rumah lainnya. Pntu tersebut di...