Postingan

Yuk, Lihat Foto-Foto Sultan dan Bangsawan Jambi Tempo Dulu dengan Pewarnaan Ulang

Gambar
Ada banyak sekali koleksi digital masyarakat Jambi dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 M yang tersimpan di dalam museum dan perpustakaan Belanda. Tentu saja foto-foto jadul tersebut berwarna hitam putih. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, foto-foto tersebut berhasil diwarnai sehingga terlihat semakin menarik.

Belajar dari Sejarah Masa Lampau: Belenggu Hutang dan Awal Kehancuran Kesultanan Jambi

Gambar
Penyerahan regalia Kesultanan Jambi  oleh Pangeran Martaningrat kepada pihak Hindia-Belanda yang secara simbolis menandakan Jambi takluk di bawah pemerintahan kolonial. Sumber: Tropenmuseum Kata Slamet Muljana "kenyataan sejarah kadang terlalu pahit untuk ditelan". Namun demikian ia selalu menarik untuk diperbincangkan.  Kejadian-kejadian yang pernah terjadi di masa lampau kadang akan terulang kembali di masa kini dan masa mendatang meski oleh pelaku yang berbeda. Maka benarlah, sebuah lirik lagu yang beken di Malaysia "sejarah mungkin berulang". Peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu, jangan biarkan ia bersembunyi di balik catatan-catatan dan buku-buku usang. Tapi jadikan pelajaran masa kini guna membangun peradaban yang lebih baik. Namun sayangnya, masih banyak yang terlalu enggan. Komik-komik komedi atau novel-novel romantis tampak lebih disenangi banyak kalangan, dari kalangan bawah hingga elit politik. Padahal leluhur kita telah meninggalka...

Sejarah Siulak (Bagian Pertama): Tinjauan Etnohistori

Sejarah Siulak (Bagian Pertama): Tinjauan Etnohistori Oleh: Hafiful Hadi S A. PENDAHULUAN Seringkali sejarah masyarakat di wilayah pedalaman termarjinalkan karena jauh dari pusat-pusat peradaban dalam konteks regional atau barangkali ketiadaan sumber-sumber yang otentik. Padahal sebenarnya wilayah pedalaman memiliki peran penting dalam hubungannya dengan bandar-bandar pesisir karena wilayahnya yang subur. Ketiadaan sumber tertulis yang otentik untuk menelusuri sejarahnya bisa di atasi melalui pendekatan lain, seperti pendekatan etnohistori dengan cara menelusuri tradisi lisan, tembo atau struktur adat masyarakatnya.  Siulak merupakan salah satu wilayah penting di Dataran Tinggi Jambi. Wilayah ini terletak di tengah-tengah lembah Kerinci bagian Barat Laut atau tepatnya di zona ‘hulu’ dari daerah aliran sungai (DAS) Batangmerao. Sungai Batangmerao membelah lembah Kerinci dari baratlaut ke tenggara dan bermuara di Danau Kerinci. Secara arkeologis, wilayah ini san...

Menerka Masa Kehidupan Tokoh Leluhur Orang Kerinci yang Diceritakan dalam Naskah Tambo Surat Incung

Gambar
  Naskah Tembo beraksara Incung pada Tanduk dari Rawang. Sumber: British Library I. Pendahuluan Keberadaan naskah surat Incung dalam masyarakat Kerinci merupakan suatu hal yang sangat menarik untuk diteliti. Penelitian terhadap naskah tersebut sejatinya sudah dimulai sejak lama, di tahun 1928(?) saja misalnya, Westenenk telah menerbitkan tulisan berjudul Rentjong Schrift yang isinya berupa alihaksara dan alihbahasa naskah surat Incung pusaka Datuk Singarapi Putih, di Sungai Penuh.  Selanjutnya di tahun 1941-3, Voorhoeve di bantu oleh pejabat Belanda di Kerinci telah melakukan penelitian yang sangat komprehensif terhadap naskah-naskah lama yang disimpan oleh masyarakat adat Kerinci. Dia melakukan alihaksara terhadap banyak naskah yang ditulis menggunakan aksara lokal yang disebut aksara Incung.      Isi dari naskah-naskah surat incung sangatlah beragam ada yang isinya berupa prosa-prosa ratapan, mantra dan silsilah serta riwayat keh...

Melacak Asal-Usul Kelompok Masyarakat Kerinci Yang Menghuni Kawasan Koto Lolo - Koto Bento dan Sekitarnya: Kajian Naskah Tembo

Gambar
Jihat Ninek Singarajo Gedang yang terletak di tengah permukiman Dusun  Tengah-Koto Lolo, Dokumentasi: Alimin Depati Naskah-naskah tembo Kerinci yang telah dialihaksarakan oleh P. Voorhoeve pada tahun 1941, terutama yang ditulis pada media tanduk kerbau, umumnya menceritakan tentang riwayat dan silsilah para leluhur tokoh pendiri dusun, tempat di mana naskah kuna itu disimpan. Di antara naskah-naskah tembo tersebut dimiliki oleh kelompok masyarakat adat Kerinci yang menghuni kawasan Koto Lolo dan Koto Bento. Kawasan ini berada di sebelah Utara Kota Sungai Penuh, termasuk ke dalam kecamatan Pesisir Bukit. Secara adat, kawasan ini mungkin berbatas dengan wilayah adat masyarakat Koto Keras di Sebelah Selatan dan wilayah adat Sungai Liuk di sebelah Utaranya. Hasil alihaksara naskah-naskah Te(a) mbo Kerinci (TK) yang disimpan di dalam kawasan adat ini diberi nomor TK 25 hingga 28 , TK 30-32 dan TK 34-35 dalam bagian Mendapo Rawang oleh Voorhoeve ( lihat disini ). Naskah-nas...

Mengenal Bahasa Kerinci (Bagian 1)

Gambar
Bahasa Kerinci merupakan salah satu rumpun bahasa Austronesia yang digunakan oleh Suku Kerinci di Dataran Tinggi Jambi. Bahasa Kerinci sendiri memiliki banyak dialek, bahkan sampai ratusan dialek, karena antar dusun di Kerinci memiliki dialek-dialek yang berbeda. Berikut ini penulis tampilkan beberapa kosa kata dan kalimat yang berlaku di wilayah dusun Sulak (Siulak) wilayah Kerinci bagian Utara atau dikenal pula dengan sebutan Kerinci Hulu/Mudik. Bilangan: Satu=  So  Dua = duwo Tiga = tigo Empat = mpat Lima = limo Enam = nam Tujuh = tujoh Delapan = Salapan, lapan Sembilan = Similan Sepuluh = sipuloh Sebelas = sibleh Dua belas = duo bleh Tiga puluh = tigo puloh Seratus = siratuh Seribu = Sribu Panggilan, kata ganti, sapaan Beberapa kata sapaan dalam bahasa Kerinci tergantung dari urutan lahir seseorang, berikut sapaan untuk yang lebih tua berdasarkan urutan lahir: Anak ke 1 = Tuwo atau Uwo Anak ke 2 = Tengah atau Ngah Anak ke 3 = Pandak atau Andak ...