Postingan

Sejarah Ninik Demang Sakti Dan Bujang Agung

Gambar
Makam/Petilasan Ninek Demong Sakti bekas Lokasi Lubuk  Pirung Bulan, Dusun Baru Siulak  Batu Megalitik dalam Makam/Petilasan Demong Sakti Siulak Panjang adalah Kawasan ada tigo luhah tanah sekudung. Menurut tambo tambo adat sebelum bernama Siulak panjang kawasan ini bernama Pulau Panjang karena berada di sepanjang pinggiran Sungai Batang Merao. Pada Waktu ini lah Wilayah ini di kuasai oleh Ninik Sutan Kalimbuk Dengan adiknya Salih Kcik Serintan Jenun      1. Kisah Sutan Kalimbuk Dan Ninik Demang Sultan Kalimbuk adalah seorang yang kaya raya dan juga amat sakti.beliau mempunyai burung peliharaan yang bernama Burung Limbuk Putih Di mana burung inilah yaang akan mengobati beliau ketika sakit. Adapun burung ini bersarang Di puncak bubungan rumah Beliau. Tersebutlah Ninik demang dan pasukan beliau mencari Emas sebanyak nya untuk menebus anak Raja beliau yang di tawan oleh raja palembang. maka terdengarlah berita tentang sutan kalimbuk. Maka pergil...

Silsilah Dan Asal Usul Semurup

Gambar

Sekilas Sejarah Perkembangan Islam di Kerinci

Gambar
   A. Masuknya Islam Ke Wilayah Kerinci Agama Islam telah  masuk ke kawasan Kerinci sekitar  abad ke  14 M, hal ini dapat dilihat di dalam naskah Undang-undang Tanjung Tanah. Walaupun naskah undang-undang tersebut berasal dari Kerajaan Dharmasraya-Malayupura yang rajanya saat itu penganut Budha Tantrayana, namun sang raja mengirim seorang Khoja (Khwaja) sebagai diplomatnya dalam menjalin hubungan dengan para  Dipati di Silunjur Bhumi Kerinci. Pendakwah itu bernama "Kuja (Khwaja/Khoja) Ali Dipati" sebagaimana yang tertulis dalam naskah (Kozok, 2006).  Khoja atau Khawaja yang dalam tradisi Islam di India maupun Persia merupakan panggilan untuk seorang pendakwah beraliran Tasawuf/Thariqah. Dalam historiografi tradisional 'Kuja Ali Dipati' bahkan tidak diketahui dan tidak pernah disebut sebagai leluhur orang Kerinci, sebaliknya historiografi tradisional tersebut menyebut  enam orang ulama sebagai penyebar Islam di Kerinci pada periode abad 13-1...

Bukti Sejarah : Berdirinya Daulat Kemendapoan Tanah Sekudung Siulak

Gambar
1. Piagam (Bertuliskan huruf Malayu di simpan di rumah gedang Depati Mangku Bumi Tuo Suto Menggalo) Cap: Ini cap Pangeran Suta Wijaya     Bahwa ini piagam daripada duli Pangeran Sukarta Negara yang digaduhkan kepada Depati mangku Bumi Yang Berempat Mudik sehingguk kaki gunung Berapi hilir sehingga Tebing Tinggi mudik dan sehelai daun kayu dan seekor ikan.(menurut salinan: dan setitik air sebatang laras sekepal tanah ialah Depati Mangku Bumi Tuo Suta Nenggala) di dalam kurung itu melainkan kepada Depati Mangku Bumilah empunya suka (menurut salinan: segala) daripada tanah airnya dan kayu hutan.. secupak segantangnya semerah sementerinya seanak jantan seanak betinanya (tambahan pada salinan: sepadinya jatah jati rupo).. denda setianya indah pelak jatah jati rupo tari mustiko. melindungkan dio. Setia oleh raja serta denda panjat……….menterinya atau anak cupak gantangnya yang melingungkan terdenda oleh Depati Mangkubumi Suta Menggala. Hubaya2 jangan dilalui. ...

Tanah Yang Tigo Jembo

Gambar
TANAH YANG TIGO JEMBO pertama tanah sugih, Tanah Depati Empat  kedua tanah pilih, Tanah Delapan Helai Kain ketiga tanah putih yaitu tanah sekudung,potongan tanah yang tigo jembo,beranjung lain tepian dewek,adat lain pusako mencin. tanah ulayat dibawah depati batigo urang : 1. Depati mangku bumi 2. Depati intan 3. Rajo simpan bumi berdasarkan cap piagam yang di simpan di rumah gedang Depati intan kumbalo bumi pada tahun 1116 h yang bartanda,pangeran deponegoro,panngeran suto,dan pangeran temenggung,disertai cap piiagam di rumah gedang rajo simpan bumi menerangkan bahwa batas wilayah tigo luhah tanah sekudung ialah Hilir sehinggo aro tebing tinggi,mudik ladeh bento gunung berapi,ingat ulayat depati intan kumbalo bumi,hutan tanah sudah bergabung memerintah sendiri,jauh rajo akan ganti rajo,parak rajo ke bayang rajo,sejak dari gunung patah sembilan teruh ke gunung bujang , tersiku ke gunung berapi, betung berlarik di sungai garam , terjun bertemu tempat ninik mendaro putih,...

KERINCI BELUM DI HUNI MANUSIA

1.Belum banamo Riang tinggi agi banamo koto jelatang,ditunggu nenek batigo orang: 1.Nenek panglimo bayang allah,Bagindo yanti,paribut sakti. 2.Sungai penuh belum banamo sungai penuh agi banamo padang imbo luling,di tunggu nek siak lengih bakoto di koto pandan bapondok di pondok tinggi 3.Sungai liuk belum banamo sungai liuk agi banamo sungai iluk,di tunggu depati marajo,bakoto dikoto lolo,bapondok di sungai iluk 4.kemantan belum banamo kemantan agi banamo talang banio,di tunggu nenek ngermat besi 5.Semurup belum banamo semurup agi banamo koto payung semurup tinggi,ditunggu nenek rajo besar,bakoto di koto payung,bapondok ka batu panyurat rajo 6.koto ingin ditunggu nenek pariman cayo 7.Siulak belum banamo sulak agi banamo rantau kabun kabun,masuk nenek kito batigo urang: -nenek mangkudum wali sakti,tatepat dio di koto batu -nenek mangkudum wali semat,tatepat dio di koto jering -nenek mangkudum darat tinggan di guguk tinggi,barulang mandi ke sungai keliki,barusik ke sungai lingkat,dio bali...

Sejarah Wilayah Tigo Luhah Tanah Sekudung, Siulak di Kerinci

Gambar
Penobatan Depati dan Ninek Mamak dalam Luhah Depati Singado Siulak Mukai Tengah Siulak Sebelum Menjadi Tanah Sekudung Menurut legenda, sebelum dikenal sebagai Siulak, wilayah ini bernama Renah Punti Alo ketika dihuni oleh leluhur bernama Sutan Kalimbuk. Setelah itu, ketika kedatangan ninek Mangkudum Semat wilayah ini dinamakan sebagai Rantau Kabun-Kabun. Selanjutnya ketika Pangeran Temenggung Kabul di Bukit pertamakali tiba di Kerinci, Siulak dinamakan sebagai Talang Jauh, karena wilayah yang terletak paling jauh dari pandangannya ketika sampai di Tanjung Kerbau Jatuh. Setelah itu, ketika kedatangan rombongan leluhur yang disebut Temenggung Tigo Saudaro, Siulak dinamakan sebagai Dusun Padang Jambu Alo. Penamaan Sulak terjadi saat berdirinya  federasi adat yang dikepalai persekutuan delapan depati yang disebut Salapan Helai Kain. Siulak dan Semurup saat itu berada dalam satu wilayah adat yang disebut sebagai Tanah Kepala Persembah yang dikepalai oleh Depati Retno Intan Kepalo Sembah...