Postingan

Jejak Majapahit dan Dinasti Mangkudum di Kerinci

Diketahui bahwa Tanah Sulak sudah di huni oleh suku Asli Kerinci sejak   Zaman Megalitikum hal ini dibuktikan dengan temuan temuan purbakala disekitar wilayah tersbut seperti di Goa Kasah yang ditemukan Lukisan Perempuan Berambut Panjang, Batu berupa kursi, Kapak Batu, serpihan obsidian yang diduga pernah ditinggali manusia prasejarah selain itu juga banyak ditemukan pecahan pecahan tembikar, guci, dan tempayan seperti yang ditemukan di Siulak Tenang, serta laporan laporan masyarakat temuan pecahan tembikar di sekitar perbukitan di Sulak,Begitu pula temuan menhir   sekitar Pendung Mudik lebih Kurang   5 Km dari Siulak Mukai. Dalam sebuah inskripsi Jawi (arab Melayu) disebut adanya Kedatangan tiga orang bersaudara dari Koto Batu Berpagaruyung. Koto Batu berpagaruyung ini adalah Kerajaan Pasumayam Koto Batu yang berdiri sebelum Kerajaan Pagaruyung . Tiga Orang Tersebut itu bernama Mangkudum Semat, Mangkudum Sakti dan Mangkudum Darat, seperti yang tersebut dalam inskri...

Traditional Architecture of Kerinci Ethnic

Gambar
Arsitektur tradisional Kerinci Rumah Kerinci Klasik Rumah Tradisional Kerinci biasanya dibuat berjejer sehingga membentuk barisan yang rapi,dalam bahasa Kerinci disebut Larik atau Lahik.Ciri Khas Rumah Tradisional Kerinci adalah atap yang terbuat dari potongan kayu tipis persegi panjang atau terbuat dari Belahan Buluh ( Bambu) yang disusun sedemikian rupa. hal ini masih dijumpai pada tahun 1920 an. setelah pendudukan Belanda Atap Kayu kemudian ditukar dengan atap yang terbuat dari seng. Ciri Khas lain terdapat pada jendela (Singap/ Singem / Singop dan lain sebagainya), jendela rumah biasanya dibuat memanjang yang terletak diantara dua tiang rumah bagian depan. Satu Larik biasanya di huni oleh sebuah keluarga yang masih berkerabat dekat(satu leluhur) biasanya disebt dengan Kelebu. di  wilayah Kerinci hulu dan tengah, setiap rumah dalam larik biasanya dibangun saling menempel, bahkan ada pintu bagian dalam rumah yang menghubungkan rumah satu dengan rumah lainnya. Pntu tersebut di...

Kenapa Siulak disebut Tanah Sekudung ?

zaman dulu Mudiklah Wakil Raja Jambi yaitu Pangeran Temenggung Kebul di Bukit untuk mengajak para Depati di Tanah Kerinci menjadi Sekutu Kerajaan Jambi, dia membawa beberapa Helai Kain ke Kerinci untuk di bagi2kan,, pertama kali ia sampai ke kerinci rendah, mulai lah dia membagi kain tersebut, diwilayah Kerinci rendah ada tiga depati yang menndapat kain, yaitu Depati setiyo Rajo, Depati setio Nyato dan Depati Setio Beti. Mudik lagi ke kerinci Tinggi kain tersebut dibagikan kepada Depati Maro langkap, Depati Incung telang,Depati Biang Sari serta Depati batu Hampa,,, sampai kepada Depati batu Hampa kain tersebut habis sedangkan masih banyak Depati yang belum dapat dihulu, maka oleh Depati batu hampar di bagi delapanlah kain milik beliau sehingga Beliau disebut jga Depati Atur Bumi, siapa Yang Mendapat potongan Delapan kain tersebut. pertama Tinggal untuk depati Atur Bumi, kedua untuk Depati Serah bumi di Seleman, ketiga Depati Mudo Terawang Lidah  di Penawar inilah yan...

History of Sumatera by William Marsden Chapter 17 ( Account of The Inland Country of Korinchi- expedition to The serampei and Sungei-tenang Countries)

ACCOUNT OF THE INLAND COUNTRY OF KORINCHI. EXPEDITION TO THE SERAMPEI AND SUNGEI-TENANG COUNTRIES. COUNTRY OF KORINCHI. At the back of the range of high mountains by which the countries of Indrapura and Anak-sungei are bounded lies the district or valley of Korinchi, which, from its secluded situation, has hitherto been little known to Europeans. In the year 1800 Mr. Charles Campbell, whose name I have had frequent occasion to mention, was led to visit this spot, in the laudable pursuit of objects for the improvement of natural history, and from his correspondence I shall extract such parts as I have reason to hope will be gratifying to the reader. MR. CAMPBELL'S JOURNEY. Says this indefatigable traveller: The country of Korinchi first occupied my attention. From the sea-coast at Moco-moco to the foot of the mountains cost us three days' weary journey, and although our path was devious I cannot estimate the distance at less than thirty miles, for it was late on...